Kemensos Datangi TKW yang Depresi Diguyur Bubur Panas oleh Majikan, Sebut Sakit Malah Dibilang Drama

Kemensos memberikan bantuan kepada TKW asal Cianjur, Neni Aptiani yang diguyur bubur panas oleh majikannya di Timur Tengah, sakit malah dibilang drama

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Kemensos memberikan bantuan kepada TKW asal Cianjur, Neni Aptiani, Rabu (31/8/2022), Neni diguyur bubur panas oleh majikannya di Timur Tengah dan sempat sampaikan sakit pendarahan malah dibilang drama. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kementerian Sosial Republik Indonesia melalui Balai Phala Martha dan Loka Kahuripan Sukabumi memberikan bantuan kepada seorang TKW asal Kabupaten Cianjur, Neni Aptiani yang mendapatkan perlakuan buruk oleh majikannya saat bekerja di Timur Tengah.

Pekerja Balai Phala Martha dan Loka Kahuripan Sukabumi, Burhanudin, mengatakan beberapa bantuan dari Dinas Sosial sudah diberikan kepada korban.

"Kami di sini untuk memastikan permasalahan, dan juga memberikan beberapa intervensi, di antaranya kita membuatkan Kartu Indonesia Sehat, karena kalau bantuan lain sudah diberikan seperti pelunasan sekolah," kata Burhanudin.

Kepada pegawai Kemensos, Neni menceritakan nasib pahit yang ia alami saat bekerja di Timur Tengah, tepatnya di Dubai.

"Saya bekerja selama enam bulan ini memang pindah-pindah majikan, dan semua majikan saya pada jahat," kata Neni.

Neni menceritakan, sebelum terjadi penyiraman bubur panas oleh majikannya, Ia sempat mendapat perlakuan buruk, sampai harus mengalami pendarahan di bagian vital dan perut yang kesakitan ketika bekerja.

"Selain jahat, majikan saya juga pelit, untuk sarapan saya harus beli sendiri, bahkan beberapa hari saya sempet tidak makan, nah pas waktu kejadian saya disiram bubur, depan meja itu kan ada bubur, pecut, kata majikan saya, kamu pilih pecut, habiskan bubur satu panci ini atau dikirim ke kantor, dan saya malah dilempar bubur panas, karena masalahnya hanya pakai bawang," kata Neni.

Baca juga: Neni, TKW yang Diguyur Bubur di Dubai Sering Dipaksa Bekerja 24 Jam dan Bersihkan Rumah 4 Lantai

Neni menuturkan, ketika diantarkan ke kantor (Agency), malah mendapatkan perlakuan tidak baik.

"Di kantor saya sampai tidak makan beberapa hari, meskipun saya bilang kalau saya sakit pendarahan, malah saya dibilang drama, katanya malah malu-maluin," katanya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved