Tanggapan Beragam Rencana Pembuatan Patung Bung Karno di Indramayu, Termasuk Hindari Nuansa Politik

Rencana pembuatan patung Ir Soekarno atau Bung Karno di Alun-alun Indramayu menuai tanggapan beragam di masyarakat.

Tribun Cirebon/ Handhika Rahman
Para budayawan di Indramayu saat berdiskusi soal rencana pembuatan Patung Bung Karno di Museum Bandar Cimanuk Indramayu, Selasa (30/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - Rencana pembuatan patung Ir Soekarno atau Bung Karno di Alun-alun Indramayu menuai tanggapan beragam di masyarakat.

Sebelumnya, rencana tersebut juga disoroti oleh DPRD Indramayu dalam rapat paripurna pembahasan Persetujuan Kebijakan Umum Anggaran - Plafon Prioritas Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD Tahun 2023 dan Anggaran Perubahan 2022 Kabupaten Indramayu.

Rapat tersebut bahkan harus 2 kali berakhir buntu. Anggota dewan bahkan mempertanyakan pembuatan patung Ir Soekarno karena di luar dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kabupaten Indramayu.

Baca juga: Perkuat Identitas Kota Militer, Patung Jenderal Sudirman Bakal Berdiri di Taman Segitiga Cimahi

Penasehat Dewan Kesenian Indramayu, Dartim mengatakan, pembuatan patung Bung Karno oleh Pemerintah Daerah sebenarnya merupakan hal yang bagus karena beliau merupakan sang tokoh proklamator.

"Namun saya kurang setuju apabila pembuatan patung tersebut hanya patung Bung Karno saja," ujar dia kepada Tribuncirebon.com, Selasa (30/8/2022).

Dartim menyampaikan, dalam pembuatan patung tersebut, sebaiknya turut disertakan sosok Bung Hatta.

Mengingat, dalam sejarahnya, Bung Karno saat beraktivitas di Indramayu tidak sendirian. Ia juga turut ditemani oleh Bung Hatta.

Disertakannya sosok Bung Hatta pun dinilai Dartim bisa menghindari adanya nuansa politis dalam pembuatan patung tokoh nasional tersebut.

"Atau lebih baik lagi, misal dibuatnya di Gantar atau Haurgeulis disertakan pula patung MA Sentot. Karena yang mengawal Bung Karno dan Bung Hatta ke Indramayu itu adalah MA Sentot," ujar dia.

Baca juga: Ledakan Terdengar di Pantai Tirtamaya Indramayu, Ratusan TNI Evakuasi Warga, Ternyata Latihan Tempur

Ketua Yayasan Indramayu Historia Indonesia, Nang Sadewo menambahkan, pihaknya justru lebih setuju apabila pemerintah membuat sebuah diorama untuk sosok pemimpin pertama Indonesia, Soekarno-Hatta.

Diorama sendiri adalah sajian pemandangan dalam ukuran kecil yang dilengkapi dengan patung dan perincian lingkungan seperti aslinya serta dipadukan dengan latar yang berwarna alami.

Nang Sadewo menyampaikan, dirinya mengaku memiliki banyak koleksi foto saat Soekarno-Hatta berkunjung ke Indramayu sekitar tahun 1948-1949.

"Sehingga pendapat saya justru lebih bagus jika dibuat diorama seperti di kota kabupaten lain," ujar dia.

Di sisi lain, kata Nang Sadewo, pihaknya sebenarnya tidak mempermasalahkan lokasi pembuatan patung tersebut akan dibuat dimana oleh pemerintah daerah.

Hanya saja, ia menekankan, pembuatan patung tersebut harus berdasarkan literasi yang mengandung cerita sejarah di tempat tersebut.

Baca juga: Jenazah Pemuda Asal Jatim yang Ditemukan di Kamar Mes di Indramayu Diautopsi, Polisi Amankan Linggis

Para budayawan juga berharap pemerintah daerah bisa melibatkan mereka untuk berdiskusi sejarah sebelum pembuatan patung Bung Karno dibuat agar tidak menimbulkan pro kontra setelah dibangun nanti.

"Bagaimana pun dalam pembuatan patung ini tentu harus mengandung nilai sejarah yang jelas," ujar dia.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved