Ibu di Cianjur Kaget Lahirkan Bayi Kembar Tiga Karena Tak Ada Keturunan, Kemungkinan Karena Hal Ini

Bayi perempuan kembar 3 lahir dari pasangan Tika Kartika dan Tri Hartono, warga Kampung Kebon Jambu, Cianjur, kaget karena tak ada keturunan kembar

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Bayi perempuan kembar 3 lahir dari pasangan Tika Kartika dan Tri Hartono, warga Kampung Kebon Jambu, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Cianjur, pada 6 Agustus 2022. Tika kaget dengan lahirnya 3 anak kembar karena tak ada keturunan kembar. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Bayi perempuan kembar tiga lahir dari pasangan suami istri Tika Kartika (30) dan Tri Hartono (28) warga Kampung Kebon Jambu RT 03/04, Desa Hegarmanah, Kecamatan Sukaluyu, Kabupaten Cianjur.

Sang ibu sempat tak mengira ia akan melahirkan bayi kembar tiga, pasalnya ia tak mempunyai garis keturunan anak kembar baik dirinya maupun suaminya.

Tika mengatakan, rencananya tiga bayi kembarnya tersebut akan dilahirkan pada momen kemerdekaan 17 Agustus.

Namun karena kondisi tak memungkinkan, akhirnya tiga bayi kembar perempuan tersebut lahir pada 6 Agustus.

Tika mengatakan, sejak pernikahannya dua tahun sempat kosong dan ikut program kehamilan.

Saat mengikuti program kehamilan tersebut ia banyak mengonsumsi asam folat dan susu.

"Medis menyebut dugaan sementara dari kelebihan mengonsumsi asam folat, karena saya tidak mempunyai garis keturunan anak kembar, demikian pula dari suami saya," ujar Tika ditemui, Selasa (30/8/2022).

Tika mengatakan, ia memberi nama bayi ya Kissa, Hifza, dan Tisha.

Baca juga: Tunggu Berat Badan Ideal, Jadwal Operasi Pemisahan Bayi Kembar Siam Asal KBB Belum Jelas

"Ketahuannya pas usia kehamilan tiga bulan, saat itu di USG sudah ketahuan ada tiga bayi di kandungan," katanya.

Tika mengatakan, bayinya kini sudah hampir sebulan tinggal di rumah.

Dalam sehari, bayinya tersebut bisa menghabiskan satu boks susu 300 gram.

Semua keluarga bergantian siang dan malam menjaga tiga bayinya. Jika satu bayi menangis maka dua bayi lainnya juga ikut menangis.

"Semua ikut mengurus mulai dari nenek kakeknya sampai paman bibinya juga, karena saya tak mungkin menggendong bayi tiga sekaligus jika menangis," ujarnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved