SOSOK Haji Ade, Bos PO Luragung yang Baru Saja Meninggal Dunia, Sering Gratiskan Penumpang Busnya

Bos PO Luragung itu dimakamkan Senin (29/8/2022) pagi di tempat pemakaman umum Desa Luragung.

Penulis: Ahmad Ripai | Editor: Ravianto
Hand Over Iwan Tokoh Pemuda Luragung
Bos PO Luragung, H Ade Sudjet saat akan dimakamkan, Senin (29/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, KUNINGAN - Bos PO Luragung, H Ade Sudjet Koesmapradja meninggal dunia di Rumah Sakit Santo Borromeus, Bandung, Minggu (28/8/2022) malam.

Bos PO Luragung itu dimakamkan Senin (29/8/2022) pagi di tempat pemakaman umum Desa Luragung.

H Ade Sudjet diketahui sosok yang murah hati pada masyarakat sekitar.

Hal ini diungkap Dadi yang juga Ketua Himpunan Profesi Pengemudi Indonesia (HPPI) Kuningan.

"Kebaikan almarhum Pak Haji Ade yang sangat terkenang itu, bisa dirasakan langsung masyarakat perantau," kata Dadi, Senin (29/8/2022).

Diceritakan Dadi, Pak Haji Ade sering menggratiskan penumpang bus terutama warga Kuningan.

Padahal jelas, penumpang tersebut tidak memiliki uang untuk biaya ongkos perjalanan.

"Betul, kebaikan Pak Haji itu suka menggratiskan penumpang atau warga Kuningan yang mau merantau. Dan itulah salah satu branding Bus Luragung bisa besar seperti sekarang," katanya.

Tak cuma warga dan penumpang, para sopir angkutan juga merasakan kebaikan Haji Ade.

"Sosok almarhum itu orangnya, sangat baik. Kebaikan beliau jelas tidak terlupakan oleh kami di Organda dan kalangan sopir angkutan umum lainnya. Kenapa, beliau selalu mencontohkan bagi pengusaha kendaraan itu untuk taat aturan," kata Toto Tipung yang juga Wakil Ketua II DPC Organda Kuningan saat bercerita kepada TribunCirebon.com, Senin (29/8/2022).

Semasa hidup, kata Toto menyebut bahwa sosok almarhum sangat berjasa untuk organsiasi. Seperti tidak pernah mengeluh dengan kendaraan besar merk lain masuk ke Kuningan.

"Beliau itu tidak pernah marah, beliau orang baik. Bukti kongkrit beliau orang baik, semua Bus Luragung yang dikelola itu plat Kuningan dan semua taat pajak," katanya.

Selain taat pajak, kata Toto mengungkap kebaikan dirasakan oleh pemerintah Kabupaten Kuningan itu sangat jelas, terutama dari pembiayaan retribusi atau uji kelaikan yang dilakukan Dinas Perhubungan Kuningan.

"Iya, dari nilai biaya tidak sedikit dalam mengurus usahanya. Beliau orang taat aturan dan selalu mengikuti cek fisik kendaraan hingga pembayaran retribusi di Dinas Perhubungan," katanya. 

Toto mengaku sedih dan merasa kehilangan sosok almarhum. Hal itu terbukti dengan komposisi beliau menjadi Ketua Organda lebih dari dua periode.

"Ya beliau menjadi Ketua Organda itu lebih dari dua periode, sementara masa pengurusan itu selama 5 tahun dalam satu periode," katanya.

Kisah lain, kata Toto menjawab bahwa keterampilan, kedisiplinan serta pengetahuan dalam menjalankan bisnis yang di miliki almarhum.

Itu tidak sedikit orang yang mengikuti jejak dan patuh pada konsep usaha yang beliau jalankan.

"Dalam kehidupan paling membuat saya seperti ini, itu atas kebaikan beliau juga. Mulai berbagi pengetahuan, keterampilan dan sikap kedisplinan serta konsep kerja itu semua dia berikan. Kalimat teringat pada saya, begini. 'To kamu harus punya mobil dan jadi pengusaha. Nah, kalimat itulah yang masih saya ingat hingga sekarang," katanya. (Laporan Kontributor Kuningan, Ahmad Ripai)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved