610 Hektare Lahan di Jatigede Sumedang Dikembangkan Jadi Kawasan Ekonomi Khusus Wisata

Pemerintah Kabupaten Sumedang akan mengembangkan kawasan waduk Jatigede sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wisata.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Kiki Andriana
Masjid Al-Kamil di kawasan waduk Jatigede, Kabupaten Sumedang, kini jadi ikon baru di Jatigede Sumedang. Masjid itu resmi dibuka untuk umum, Jumat (26/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Pemerintah Kabupaten Sumedang akan mengembangkan kawasan Waduk Jatigede sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Wisata.

Untuk menuju capaian itu, Pemkab Sumedang mulai dengan pembenahan akses jalan menuju ke tempat itu.
Jalan Lingkar Utara Jatigede dibaguskan hingga terhubung dengan jalan raya milik Provinsi.

"Jadi nanti setelah Jalan Lingkar, langsung jalan besar, tinggal 7 kilometer lagi yang sedang diperbaiki," kata Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir, Senin (29/8/2022).

Baca juga: Puluhan Penyadap Getah Pinus dari Cibugel Sumedang Geruduk Kantor BBKSDA Jabar, Pertanyakan soal Ini

Wisatawan yang datang ke Jatigede diarahkan untuk tidak menggunakan jalan kabupaten melalui Situraja yang cenderung sempit dan berkelok, namun ke jalan utama Sumedang-Cirebon lalu masuk ke Jalan Lingkar Utara yang lebar.

"KEK Wisata Jatigede ini, kami sudah siapkan rancangannya. Zonasinya untuk hotel, golf, resort, flower park, itu sudah disiapkan, dan itu mimpi besar kami," kata Bupati.

Dony mengatakan, hal lain yang dilakukan pemerintah saat ini adalah memperbanyak destinasi wisata di kawasan Jatigede.

Baru-baru ini, Masjid Al-Kamil yang megah dan desainnya yang menarik telah dibuka untuk umum.

Di dekat masjid di Jatigede itu, sedang dibangun pula menara Kujang Sapasang.

"Saya memprediksi, kalau kujang kembar beres akan lebih banyak kunjungan wisata," kata Dony.

Baca juga: Masjid Al-Kamil Jatigede Dibuka untuk Umum, DPRD Dorong Pemkab Sumedang Tata Sekitar Masjid

Dony menyebutkan, ada daerah yang akan dijadikan KEK, yakni di sebelah timur Waduk Jatigede. Di areal seluas 610 hektare, KEK itu akan diwujudkan.

"Seluas 610 hektar di kawasan timur Jatigede KEK akan diwujudkan. Daerah ini dipilih karena aksesnya bisa ke mana-mana dan dari mana-mana. Bisa ke Wado tembus Garut, Tasikmalaya, juga bisa ke Kadipaten, aksesibilitas itu prasyarat," kata Dony.

Dony menegaskan, semua yang telah direncanakan itu akan terlihat wujudnya akhir tahun 2022 ini.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved