Tidak Jelasnya Janji Politik Rumah Murah di KBB, 2.000 Buruh Masih Nebeng dan Ngontrak

Jumlah total anggota serikat buruh di KBB mencapai 2.700 orang, tetapi hingga saat ini baru sekitar 700 orang yang sudah memiliki rumah sendiri.

TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Ratusan buruh di KBB menggeruduk kantor bupati untuk menagih janji politik Bupati dan Wakil Bupati KBB periode 2018-2023 yang belum terealisasi, salah satunya penyediaan rumah murah, Rabu (24/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Ribuan buruh di Kabupaten Bandung Barat (KBB) hingga saat ini belum memiliki rumah sendiri, sedangkan janji politik bupati soal rumah murah khusus buruh hingga saat ini tidak jelas.

Untuk itu, mereka meminta kejelasan soal rumah murah tersebut karena meskipun Plt Bupati Bandung Barat Hengky Kurniawan mengklaim bahwa rumah itu sudah tersedia, tetapi peruntukannya masih belum jelas.

Ketua Koalisi Buruh Bandung Barat, Dede Rahmat mengatakan, jumlah total anggota serikat buruh di KBB mencapai 2.700 orang, tetapi hingga saat ini baru sekitar 700 orang yang sudah memiliki rumah sendiri.

Baca juga: Supaya Masyarakat Tak Bingung, Janji Politik Rumah Murah yang Ditagih Buruh KBB Harus Dibuktikan

"Artinya, (buruh) yang 2.000 orang ini enggak punya rumah. Kebanyakan dari mereka tinggal di mertua, ngontrak dan lainnya," ujarnya di Ngamprah, Minggu (28/8/2022).

Terkait janji politik soal rumah murah itu, pihaknya sudah bertemu dengan Hengky Kurniawan yang tetap 'keukeuh' menyatakan bahwa rumah tersebut sudah tersedia di daerah Gunung Bentang, Padalarang.

"Tapi kan teknis dan persyaratannya seperti apa dan peruntukannya untuk siapa belum jelas, tiba-tiba rumah bersubsidi itu sudah ada. Sehingga apa yang disampaikan oleh pak Plt bupati tentang perumahan itu kami anggap belum terlaksana," kata Dede.

Padahal, kata dia, soal janji politik rumah tersebut sejak awal pembahasannya dilakukan hanya bersama empat serikat pekerja di Bandung Barat, sehingga seharusnya rumah itu hanya untuk buruh.

"Memang awal ceritanya tentang perumahan itu untuk pembahasannya bersama dengan empat serikat pekerja, mulai dari persyaratan dan segala macamnya," ucapnya.

Baca juga: Buruh Tagih Rumah Murah Sesuai Janji Politik, Plt Bupati KBB Hengky Kurniawan Bilang Sudah Tersedia

Selain itu, pihaknya juga sudah menanyakan janji politik soal bus khusus buruh karena hal itu berkesinambungan dengan ketersediaan rumah murah khusus buruh.

"Terkait bus antar jemput juga saya sampaikan bahwa kita yang membuat kontrak politik. Bus antar jemput tadinya ketika perumahan itu sudah jadi, maka peruntukkan bus itu dari perumahan buruh ke tempat kerja," kata Dede.

Dengan begitu, kata dia, jika rumah tersebut hanya tersedia untuk buruh, maka bus tersebut tidak akan mondar-mandir sesuai trayek seperti kendaraan umum karena posisi buruh sudah satu perumahan.

"Jadi bukan mondar-mandir seperti kendaraan umum, sehingga jika ketika nanti ada tiga titik perumahan (khusus buruh), maka butuh tiga unit bus untuk antar jemput," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved