Pencinta Alam Cianjur Gelar Camp Kebangsaan Pencemaran Udara Jadi Topik Utama, Kurangi Pemakaian BBM

Gerakan Resik Nusantara melakukan kegiatan Camp kebangsaan bersama pegiat lingkungan untuk mencegah lebih banyak pencemaran udara

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Gerakan resik Nusantara (Green) melakukan kegiatan Camp kebangsaan bersama pegiat lingkungan di Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cibodas Cianjur, Minggu (28/8/2022) dengan tema pencegahan pencemaran udara. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kembali ke alam dengan melestarikan keanekaragaman hayati serta berperilaku mencegah lebih banyak pencemaran udara dengan menggunakan moda transportasi ramah lingkungan menjadi rekomendasi yang dikeluarkan para pencinta alam dan mahasiswa.

Hal tersebut tercetus saat Gerakan Resik Nusantara (Green) melakukan kegiatan Camp kebangsaan bersama pegiat lingkungan di Balai Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Cibodas Cianjur, dengan dihadiri Direktur Pengendalian Pencemaran Udara PPKL Kementerian Lingkungan Hidup RI dan Direktorat Konservasi KKH KLHK RI, Minggu (28/8/2022).

Dalam kegiatan camp kebangsaan ini dihadiri oleh beberapa peserta dari beberapa lembaga pegiat alam, di antaranya mapala se-Cianjur dan beberapa komunitas independen pegiat alam Cianjur.

Direktur Pengendalian Pencemaran Udara KLHK RI, Luckmi Purwandari ST MSi mengatakan, pihaknya mengapreasi dan mendukung kegiatan ini guna menyampaikan pentingnya kesadaran dan pengetahuan bagi tingkat mahasiswa maupun masyarakat umum khususnya tentang pencemaran udara.

"Untuk generasi muda sebagai penggerak penting untuk pelestarian lingkungan, memberi inspirasi dan kontribusi nyata," katanya.

Luckmi menambahkan, kaum muda harus cermat dalam gaya hidup serta menganjurkan untuk hobi memakai sepeda guna meminimalisasi pencemaran udara serta mengurangi konsumsi BBM.

"Untuk mengurangi polusi mari kita menggunakan sepeda baik mau ke kantor, sekolah, ke pasar atau kemanapun," katanya.

Selain itu juga Pengendali ekosistem hutan muda, Andie Martien Kurnia mengatakan kegiatan seperti ini perlu rutin dilakukan agar peran generasi muda lebih sadar lagi merawat konservasi keragaman hayati, tidak memelihara satwa liar, dan menanam pohon sebagai wujud nyata dan sadar lestari.

"Fungsi keanekaragaman hayati sebagai perlindungan konservasi, pelestarian konservasi dan pengawasan konservasi . Sehingga ekosistem hutan terjaga," katanya.

Dalam kegiatan ini, Angga Saputra selaku ketua Green Kabupaten Cianjur mengatakan kegiatan ini merupakan agenda tahunan yang diselenggarakan Green bersama KLHK RI sebagai bentuk merawat generasi lingkungan yang sadar lestari di Kabupaten Cianjur.

"Agenda ini diselenggarakan rutin, ini yang ketiga kalinya, sekaligus momentum merayakan kemerdekaan ke-77 RI dan juga bertepatan hari ulang tahun ibu Siti Nurbaya Bakar menteri lingkungan hidup dan kehutanan RI " katanya.

Kegiatan ini diikuti dari berbagai elemen baik mahasiswa maupun lembaga pegiat alam seperti badan eksekutif mahasiswa Universitas Putra Indonesia (UNPI), BEM STIT Al Azami Cianjur, DLM STIT Al Azami Cianjur, BEM STAI Al Azhari, Mapaska Unsur, Mahatala Febi, Himapala STISIP Guna Nusantara, LDK STISIP Guna Nusantara, Santri Pencinta Alam Miftahul Ulum, Komunikasi KAPPAL, dan Pramuka Kwartir Cabang Cianjur. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved