Melalui Wagub, Pemuda Yatim Piatu Pelestari Seni Kuda Lumping di Pangandaran Mendapat Bantuan

Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mendatangi Muhamad Kholik (18), pemuda yatim piatu di Pangandaran yang berkarya di kesenian kuda lumping

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Wagub Jabar Uu Ruzhanul Ulum mendatangi Muhamad Kholik (18), pemuda yatim piatu di Pangandaran yang berkarya di kesenian kuda lumping untuk menyerahkan bantuan kemanusiaan dari Gubernur Jawa Barat, Minggu (28/8/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Pangandaran, Padna

TRIBUNJABAR.ID, PANGANDARAN - Didampingi pihak Jabar Quick Response, Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanul Ulum mendatangi seorang pemuda yatim piatu di Pangandaran.

Pemuda yatim piatu ini bernama Muhamad Kholik (18) warga di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Selain kondisi yatim piatu, Kholik didatangi Wagub karena mempunyai hobi dan karya di bidang kesenian tradisional kuda lumping.

Melalui Wagub, Kholik diberikan bantuan kemanusiaan Gubernur Jawa Barat senilai Rp 10 juta.

"Jadi, hari ini saya mewakili pak gubernur untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang berkarya dan berjasa dalam bidang apa pun," ujar Uu kepada Tribunjabar.id seusai memberikan bantuan kemanusiaan gubernur Jawa barat pada Kholik, Minggu (28/8/2022) pagi.

"Tapi, disini jasa mereka, jasa mas Kholik mempunyai kesenian. Jadi, mereka mas Kholik mulai belajar sampai menjadi ahli kesenian kuda lumping dan ketika sudah bisa, dia mengajarkan lagi," katanya.

Kemudian, kata Ia, selain mengajarkan kepada orang lain, Kholik bisa menyisihkan sebagian uangnya untuk kegiatan sosial.

"Yang paling bagus lagi, setelah pentas kemudian dia (Kholik) dapat uang terus uangnya disisihkan sebagian untuk sosial kemasyarakatan. Dan ini, yang perlu dicontoh," ucap Uu.

Baca juga: Kesenian Kuda Lumping Akan Sambut Kedatangan Panglima Santri di Desa Sindangwangi Pangandaran

Karena, terkadang orang jika mendapatkan uang ataupun rejeki lain, lupa dengan orang yang ada di sekitar lingkungannya atau tidak ada jiwa sosialnya.

"Tapi, ini beda, ada jiwa sosialnya dan ini perlu dicontoh oleh orang lain," ujarnya.

Satu pemuda yatim piatu, Kholik merasa bersyukur dengan kedatangan wakil gubernur ke rumahnya.

"Alhamdulillah, pak wagub datang dan bisa membantu. Saya sempat kaget, sangat terharu dan sangat berterimakasih. Ini, berkat Karang Taruna dan media Tribun Jabar," ucapnya.

Jadi Pimpinan Grup di Usia Belia

Berawal dari hobi, seorang pemuda yatim piatu di Pangandaran menggeluti kesenian kuda lumping hingga menjadi pimpinan rombongan. 

Hebatnya, dari hasil pentasnya, ia biasa menyisihkan untuk menyantuni anak yatim dan kegiatan sosial lainnya.

Pemuda yatim piatu ini bernama Muhamad Kholik (18), warga di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran.

Sejak kedua orang tua masih hidup dan masih sekolah, Kholik senang bermain kesenian kuda lumping.

Sampai kedua orang tuanya meninggal, di usianya yang masih muda Ia memiliki group atau rombongan sendiri.

Diketahui, kuda lumping atau yang biasa disebut jaran kepang ini merupakan tarian tradisional Jawa yang menampilkan sekelompok prajurit tengah menunggang kuda yang terbuat dari anyaman bambu.

Baca juga: Dukung Kelestarian Kesenian Sunda, SMK Kencana Bandung Gelar Pasanggiri Tari Jaipong Klasik

Kholik mengaku, memiliki rombongan kesenian kuda lumping sendiri awalnya karena hobi dan sering melatih teman sebayanya.

"Karena, sering banyak melatih teman-teman, waktu itu, saat berusia 16 tahun saya kepikiran untuk membuat group seni kuda lumping kombinasi Sekar Pujangga. Dan alhamdulilah, sampai sekarang sudah berjalan 2 tahun," ujar Kholik kepada Tribunjabar.id di halaman rumah, Rabu (24/8/2022) malam.

Dahulu, semasa masih hidup, ibunya sempat melarang Ia untuk tidak menari kesenian kuda lumping.

"Ibu melarang saya untuk tidak menari kuda lumping, kecuali kalau memainkan musik gamelan atau jadi pimpinan rombongan itu boleh," katanya.

Dalam membuat satu rombongan atau group kesenian kuda lumping, Ia mengaku tidak mempunyai biaya.

"Saya enggak punya uang, tapi saya tahu caranya. Yang penting, sudah punya izin dan kita bisa kerja sama dengan teman-teman lainnya. Gamelan, kan, kita bisa sewa," ucap Kholik.

Setelah dua tahun memiliki rombongan kesenian kuda lumping, Ia bersyukur sudah cukup banyak orang yang mengetahuinya.

"Biasanya, kan, kalau ada orang yang mau hajatan ingin ada hiburannya. Nah, disitu kami menjual jasa untuk tampil. Belum, di tempat event lainnya."

"Tarif jasa pentasnya, sehari semalam itu sekitar Rp 7 juta. Ya, segitu kayaknya sudah cukup murah, karena kesenian kuda lumping kita banyak personelnya," ujarnya.

Baca juga: Kisah Sukses Pemuda Asal Riau Kini Menjadi Musisi di Pangandaran, Digaji Pakai Dolar dari Aplikasi

Hasil dari jasa pentasnya, selain untuk membayar sewa gamelan dan personilnya, Ia sisihkan uangnya untuk diberikan kepada anak yatim piatu.

"Sisa dibagi bagi uangnya, kita simpan untuk kas, untuk ke mesjid dan juga ke anak yatim piatu yang ada disekitar lingkungan kita. Ya, saya juga merasakan hidup enggak punya ayah dan ibu. Yang penting, barokah," ucap Kholik. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved