Mazda CX-5 dan Mazda CX-3 Paling Banyak Diminati Masyarakat, Namun Ada Keterbatasan Unit Karena Ini

Ada dua produk Mazda yang banyak diincar di diler Mazda Asia Afrika setahun terakhir, yakni Mazda CX-5 dan Mazda CX-3, namun ada keterbatasa unit

ISTIMEWA
Dua produk Mazda yang banyak diminati di diler Mazda Jalan Asia Afrika setahun terakhir, yakni Mazda CX-5 dan Mazda CX-3, namun ada keterbatasan unit karena masalah ketersediaan chip. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Kemal Setia Permana

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kebijakan relaksasi pajak penjualan barang mewah atau PPnBM meningkatkan penjualan mobil di masa pandemi. Hal tersebut tak terkecuali dicatat oleh diler Mazda di Jawa Barat.

Ada dua produk Mazda yang paling diminati di diler Mazda Asia Afrika setahun terakhir, yakni Mazda CX-5 dan Mazda CX-3.

Direktur PT Sunny Auto Sukses yang menaungi Mazda Asia Afrika Bandung, Audrey Leodora Kosim, mengatakan pada semester I penjualan Mazda Jabar selama enam bulan tercatat sekitar 240 unit.

"Antusias customer di Jawa Barat jauh lebih tinggi dibanding yang kami targetkan. Kebijakan relaksasi PPnBM pun dimungkinkan mendorong antusiasme tersebut," ujar Audrey dalam acara Mazda Asia Afrika 1st Anniversary di Jalan Asia Afrika No 154, Kota Bandung, Sabtu (27/8/2022).

Menurut Audrey, terlepas naik turunnya PPnBM, hal itu tidak menutup kemungkinan membantu antusias masyarakat untuk membeli mobil Mazda.

Audrey mengklaim terdapat dua produk Mazda yang banyak diincar di diler Mazda Asia Afrika setahun terakhir, yakni Mazda CX-5 dan Mazda CX-3.

Namun karena masalah kelangkaan chip, hal ini berpengaruh terhadap produksi sehingga  ia tak memungkiri antara antusias dan ketersediaan unit mobil masih ada batas. 

"Tentunya harapan kami sebenarnya (penjualan Mazda) ada di 20 sampai 30 unit per bulan. Tapi realitasnya, delivery itu tidak sampai, karena masalah di chip dan segala macamnya," katanya. 

Namun begitu, Audrey menegaskan bahwa capaian diler Mazda Asia Afrika lebih baik dibanding diler lain di Bandung.

Penjualan sebanyak 20 unit disebutnya sudah lebih tinggi daripada pencapaian diler sebelumnya yang ada di Cihampelas dan Soekarno-Hatta. 

Sementara masih besarnya pangsa pasar Mazda di Jabar membuat pihaknya ingin memperluas pasar di Jabar.

Menurutnya, selama ini dominiasi penjualan masih di sekitar Bandung Raya. 

"Sebagai langkah awal, proyeksi utama saat ini adalah  mengoptimalkan layanan seperti ketersediaan tempat servis. Jadi, di kota- kota kecil di Jabar kami akan membuka servis dulu agar nantinya pelan-pelan terbangun satu komunitas di satu tempat, jadi tidak melulu harus ke diler," katanya. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved