Lewat Festival Makanan, Keuken 2022 Ingin Masyarakat Hargai Perbedaan, Banyak Kuliner yang Tersaji

Festival makanan Keuken kembali hadir di Kota Bandung dengan menyajikan 56 tenant makanan lokal populer dan 9 tenant art yang bertema Health

TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA
Festival makanan Keuken kembali hadir di Kota Bandung. Event ini telah bergulir sejak 2011 dan menyajikan 56 tenant makanan lokal populer dan 9 tenant art dan fesyen asal Bandung. Keuken 2022 Sunday Funday bertemakan health digelar di Kiara Artha Park, Minggu (28/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Festival makanan Keuken kembali hadir di Kota Bandung. Event ini telah bergulir sejak 2011 dan menyajikan 56 tenant makanan lokal populer dan 9 tenant art dan fesyen asal Bandung.

Keuken 2022 Sunday Funday bertemakan health digelar di Kiara Artha Park, Minggu (28/8/2022).

Founder sekaligus festival director Keuken, Meizan Diandra menyampaikan bahwa acara yang bertemakan Health ini dipilih karena banyak alasan, salah satunya berbagai pelajaran yang masyarakat ambil selama pandemi.

"Pandemi ini mengajarkan untuk lebih higienis, lebih sehat, lebih menghargai kesehatan diri dan keluarga. Pandemi juga mengajarkan hubungan sosial merupakan hal penting," katanya.

Keuken yang dibuat untuk merayakan ruang publik, baginya, menjadi waktu yang tepat bagi warga Kota Bandung khususnya dalam berkumpul dan memaknai kebersamaan.

Terlebih, pandemi saat ini mulai berangsur membaik sehingga menjadi momentum tepat untuk kembali bersilaturahim dan merayakan ruang kota.

"Pandemi telah ubah hubungan antarmanusia dari bertatap muka menjadi online. Pandemi juga telah ubah banyak cara hidup, salah satunya bersosialisasi. Nah, Keuken 2022 menjadi momen pas untuk kita berkumpul," ujarnya.

Tema Health ini diaplikasikan dengan unik oleh Keuken.

Setiap tenant yang tampil akan menginformasikan kandungan nutrisi dari masing-masing sajiannya.

Di sisi lain, sejak pertama dikenalkan, Keuken memang membawa misi unik, yakni menghargai keragaman budaya di Indonesia lewat makanan.

"Setiap hari masyarakat dihadapi dengan beragam isu melibatkan nilai toleransi. Lewat sajian kuliner, keragaman budaya ini menjadi hal yang bisa dinikmati. Keragaman budaya Indonesia menjadi nilai lebih yang lahirkan ribuan cita rasa dengan bahan baku berasal dari tanah air dan diolah sekreativitas suku budaya masing-masing. Lewat kuliner kita merayakan keragaman budaya itu," ujarnya.(*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved