Jenderal Polisi Gerebek Rumah Mewahnya, Bos Judi Online '303' Keburu Kabur, Kecolongan atau Bocor?

Kaburnya Apin BK terjadi pada hari yang sama saat Polda Sumut melakukan penggerebekan di rumah mewahnya, di Komplek Cemara Asri

net
illustrasi judi online - Polda Sumut berhasil membongkar praktek judi online atau yang melanggar pasal 303 KUHP di Medan. Judi online itu disebut-sebut sebagai yang terbesar di Sumatera Utara. 

TRIBUNJABAR.ID - Praktek judi online sedang gencar dibongkar oleh pihak kepolisian, termasuk di Sumatera Utara.

Polda Sumut berhasil membongkar praktek judi online atau yang melanggar pasal 303 KUHP di Medan. Judi online itu disebut-sebut sebagai yang terbesar di Sumatera Utara.

Bahkan, Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra terjun langsung menggerebek markas judi online tersebut.

Baca juga: Polres Subang Bentuk Tim Khusus Untuk Berantas Judi, AKBP Sumarni: Sikat Langsung Tanpa Pandang Bulu

Judi online itu dikendalikan oleh Apin BK alias Jhoni.

Apin BK diduga mengoperasikan judi online bernama LEBAH4D, DEWAJUDI4D, dan LARIS4D.

Kini, Apin BK telah ditetapkan sebagai tersangka.

Namun, dia gagal ditangkap lantaran kabur ke Singapura saat penggerebekan hendak dilakukan.

Kaburnya Apin BK terjadi pada hari yang sama saat Polda Sumut melakukan penggerebekan di rumah mewahnya, di Komplek Cemara Asri, Jalan Palem nomor 28, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (19/8/2022)

Awal kasus

Kasus ini mulai terungkap ke publik saat Polda Sumut melakukan penggerebekan di sebuah tempat makan bernama Warung Warna Warni pada Selasa (9/8/2022) dini hari.

Lokasinya tepatnya berada di Komplek Cemara Asri, Kecamatan Percut Seituan, Deli Serdang, Sumatera Utara.

Warung Warna Warni ternyata digunakan sebagai markas untuk menjalankan bisnis judi online.

Baca juga: PSSI Sudah Panggil Klub Liga 1 yang Terima Sponsor Situs Judi Online, Apakah Persib Termasuk?

Ratusan barang bukti diamankan dari penggerebekan yang dipimpin langsung Kapolda Sumut, Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak.

Seperti 264 layar monitor, 151 CPU, 20 router, 24 laptop, 105 handphone, 19 buku tabungan, 26 ATM, 560 kartu perdana dan 20 CCTV.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved