Angka Positif HIV/AIDS di Kabupaten Subang Terus Meningkat, Kelompok Gay Jadi yang Paling Banyak

Penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS di Subang selama 7 bulan ini ada komunitas Lelaki Suka Lelaki(LSL) atau Gay.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/ Ahya Nurdin
adinkes Subang dr. Maxi, Minggu (28/8/2022) 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Subang, Ahya Nurdin

TRIBUNJABABAR.ID, SUBANG - Kasus penularan HIV/AIDS di Kabupaten Subang terus meningkat.

Dalam kurun waktu dari Januari hingga Juli 2022 tercatat ada penambahan kasus HIV/AIDS sebanyak 156 kasus.

Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Subang, dari bulan Januari hingga Juli 2022, tercatat ada 156 warga Subang yang terinfeksi positif HIV/AIDS.

Baca juga: Ganasnya Penularan HIV/AIDS Akibat Seks Bebas di Cimahi, 65 Penderitanya Meninggal Dunia

"Pada 2022, selama Januari-Juli tercatat ada 156 warga Subang yang terinfeksi positif HIV/AIDS" ujar Kadinkes Subang, dr Maxi, Minggu (28/8/2022).

Menurut Maxi, Dinkes Subang sudah memeriksa 15.501 orang dari berbagai profesi.

"Yang menjalani pemeriksaan HIV, di antaranya ibu hamil, balita gizi buruk, kelompok beresiko tinggi seperti PSK, lelaki suka lelaki (LSL), dan waria, serta beberapa komunitas lainnya," kata Maxi.

Dikatakan Maxi, dari 15.501 orang yang diperiksa, tercatat ada 156 orang yang positif terinfeksi HIV/AIDS.

"Penambahan kasus HIV/AIDS di tahun 2022 ini disumbang dari kalangan Ibu hamil, Ibu Rumah Tangga(IRT), anak-anak, Pelajar, Sopir, Waria, Wanita Pekerja Sek(WPS), karyawan, sampai pengangguran, Lelaki Suka Lelaki(LSL) atau Gay," katanya

Lanjut Maxi, penyumbang terbesar kasus HIV/AIDS di Subang selama 7 bulan ini ada komunitas Lelaki Suka Lelaki(LSL) atau Gay.

"Yang positif HIV/AIDS di antaranya Gay (Lelaki Suka Lelaki) sebanyak 53 orang, Wanita Pekerja Seks(WPS) 31 orang, Karyawan/Buruh 15 orang, Ibu Rumah Tangga 17 orang, Ibu Hamil 12 orang, Sopir 4 orang, Waria 2 orang, pelajar 2 orang dan pengangguran 16 orang, anak-anak 5 orang" ungkapnya

Baca juga: Kasus HIV/AIDS di Bandung Tinggi, Yana Minta Pengidap Berobat Gratis, Pemkot Upayakan Pencegahan

Terkait meningkatnya kasus HIV/AIDS di Subang, menurut Maxi ada beberapa faktor penyebab, salah satunya di antaranya banyak praktek prostitusi terselubung.

"Di Subang ada 86 titik transaksi seksual yang tersebar di 29 kecamatan, hanya 1 Kecamatan yakni Serangpanjang yang tak ada lokasi transaksi seksual," katanya.

Maxi juga menjelaskan, dari 86 titik transaksi seksual, yang paling banyak terjadi adalah di Kecamatan Subang Kota.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved