Sabtu, 2 Mei 2026

Perintah Sesat Dukun Palsu di Pekalongan, Tipu Janda, Suruh Lakukan Ritual Inses dan Sadis Ini

Tak hanya menipu korban, dukun palsu ini pun memberikan perintah sesat nan jahat pada korban.

Tayang:
TribunPantura.com
Afrizal (29), tersangka dukun palsu yang tipu janda di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah. Pelaku suruh pasien untuk melakukan ritual hubungan inses dan potong bagian tubuh. 

TRIBUNJABAR.ID, PEKALONGAN - Aksi dukun palsu menipu pasiennya terungkap di Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Seorang pria berusia 29 tahun berpura-pura menjadi dukun dan menipu seorang janda.

Korban berasal dari Kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan.

Tak hanya menipu korban, dukun palsu ini pun memberikan perintah sesat pada korban.

Baca juga: Dukun Palsu Tipu Tetangga Sendiri, Ritual di Atas Ranjang, Lecehkan dan Rugikan Korban Rp 70 Juta

Modus pelaku saat beraksi dengan menyuruh korban lakukan ritual hubungan inses (sedarah) dan memotong anggota badan.

Pelaku kemudian memeras korban hingga rugi puluhan juta rupiah.

Berikut fakta-fakta kasus dukun palsu tipu janda di Pekalongan, dirangkum dari TribunJateng.com dan Kompas.com, Sabtu (27/8/2022):

Awal kasus

Kasus ini bermula saat korban bergabung ke group Facebook Terawang dan Arti Mimpi pada bulan Februari 2022 lalu.

Beberapa waktu kemudian, korban mendapatkan pesan dari akun bernama Fitria.

Fitria menyebut korban memiliki aura gelap dan disarankan berobat ke dukun atau orang pintar.

Korban diminta mengubungi seseorang bernama Ibu Sri.

Tanpa diketahui korban, Ibu Sri merupakan nama samaran di medsos dari Afrizal sendiri.

Pada akhirnya korban dan pelaku menjalin komunikasi secara intens.

Disuruh lakukan ritual

Kapolres Pekalongan, AKBP Arief Fajar Satria membeberkan modus yang digunakan pelaku untuk memperdaya pasiennya.

Pelaku meminta korban untuk melakukan ritual nyeleneh dengan maksud untuk membersihkan aura yang negatif.

Baca juga: Dukun Palsu Nodai Gadis 16 Tahun, Berdalih Akan Beri Mantra ke Kemaluannya

Ritual berupa hubungan badan sedarah alias inses antara korban dengan anak kandungnya dan memotong anggota tubuh.

Pelaku juga meminta korban merekam saat mandi untuk mengirim videonya ke pelaku.

"Salah satu caranya ialah memotong (maaf) puting payudara, berhubungan intim dengan anaknya, dan mandi yang semuanya harus divideokan," urai Arief.

Arief menyebut, ritual-ritual itu hanya modus pelaku untuk menipu korban.

Kondisi korban dan sang anak

Polres Pekalongan berkoordinasi dengan Dinas Perlindungan Perempuan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Pekalongan terkait kasus ini.

Kabid DP3A Kabupaten Pekalongan, Cicih Eko Atmwati menjelaskan kondisi korban dan sang anak sudah membaik.

Kini anak korban berada di pondok pesantren.

"Anaknya kita dampingi karena sekarang di pondok pesantren, sementara ibunya juga kita dampingi dan kondisinya sudah membaik," ucap Cicih.

Baca juga: Bermodus Keluarkan Paku dari Kepala, Dukun Palsu Rudapaksa Pasiennya

Pengakuan pelaku

Afrizal di hadapan polisi mengakui segala perbuatannya.

Ia berdalih melakukan penipuan kepada korban karena himpitan ekonomi.

Afrizal sehari-hari bekerja sebagai penjual ikan.

"Saya menipu bisa menerawang ibu itu agar tidak selingkuh.

Karena dulu mengaku telah selingkuh hingga saya suruh memotong puting payudara dan klirotisnya," ucap dia.

Afrizal sekarang sudah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan.

Polisi masih mendalami kasus ini untuk memastikan apakah ada korban lainnya.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Dukun Palsu Tipu Janda di Pekalongan: Suruh Lakukan Ritual Hubungan Inses dan Potong Bagian Tubuh

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved