Hotman Paris Sindir Panggilan 'Sayang' Saat Rapat Komisi III DPR dan Kapolri: Senjata Makan Tuan

Pengacara kondang, Hotman Paris turut berkomentar atas insiden panggilan sayang saat rapat Komisi III DPR RI bersama Kapolri. Sebut ada buaya darat

Editor: Hilda Rubiah
Tangkapan layar
Hotman Paris Sindir Panggilan 'Sayang' Saat Rapat Komisi III DPR dan Kapolri: Senjata Makan Tuan 

TRIBUNJABAR.ID - Pengacara kondang, Hotman Paris turut berkomentar atas insiden panggilan sayang saat rapat Komisi III DPR RI dan Kapolri yang viral.

Lewat unggahan di Instagram pribadinya, Hotman Paris mengunggah video dari Surya.co.id (Tribunnews.com Netwprk) detik-detik terdengarnya panggilan sayang saat rapat tersebut.

Hotman menyindir para anggota Komisi III DPR RI dengan sebuatan 'buaya darat' dan 'buaya cinta'.

Tak hanya itu, Hotman Paris juga mengingatkan soal RUU KUHP terkait perzinahan yang menurutnya bisa menjadi senjata makan tuan untuk anggota DPR RI.

Baca juga: Suara Sayang di Rapat DPR RI dan Kapolri Berbuntut Panjang, Anggota Dewan Ini Dilaporkan ke MKD

"Ketahuan? Siapa buaya cinta atau buaya darat??? Makanya Komisi 3 DPR hati hati dgn RUU KUHP yang ada pasal: orang tua bisa lapor polisi apabila Anaknya hubungan intim dengan pasangan walau dua-duanya belum ada yang nikah! Aneh!!," kata Hotman Paris dikutip Tribunnews.com, Jumat (26/8/2022).

"Awas jangan sampai buat aturan tapi senjata makan tuan???? Ha ha siapa tuh sayaaaangggg!! tanyain jam berapa tiba di apart???," lanjut Hotman.

Sebagai informasi, aturan perzinaan diatur dalam bagian keempat pasal 415, 416 dan 417.

Pasal 415 mengatur seseorang yang bersetubuh tanpa status suami dan istri bisa dipidana paling lama satu tahun.

Kemudian, perzinaan tidak akan dilakukan penuntutan tanpa ada pengaduan dari suami atau istri bagi orang yang terikat perkawinan dan orang tua atau anaknya bagi orang yang tidak terikat perkawinan.

Berikutnya pasal 416 menyebutkan, seseorang yang hidup bersama layaknya suami istri terancam dipidana paling lama enam bulan.

Sama seperti pasal 415, tindak pidana ini bisa berlanjut ke penuntutan jika ada laporan dari suami atau istri, orang tua atau anak dari yang bersangkutan.

Baca juga: Suara Misterius Bilang Sayang, saat Interupsi di Rapat Kapolri dan Komisi III DPR, Semua Tertawa

Heboh Panggilan Sayang Saat Rapat Dengar Pendapat Kapolri dan DPR RI

Di tengah pembacaan kesimpulan hasil Rapat Dengar Pendapat, ruangan DPR RI dihebohkan dengan suaranya wanita yang memanggil ''sayang''.

Diduga salah satu anggota lupa mematikan mikrofon saat menerima telepon.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved