Ganasnya Penularan HIV/AIDS Akibat Seks Bebas di Cimahi, 65 Penderitanya Meninggal Dunia

Penularan HIV/AIDS akibat seks bebas dan penggunakan napza suntik di Kota Cimahi terbukti cukup ganas.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: Ravianto
DOKUMENTASI TRIBUN BALI
illustrasi. Penularan HIV/AIDS akibat seks bebas dan penggunakan napza suntik di Kota Cimahi terbukti cukup ganas. 

TRIBUNJABAR.ID, CIMAHI - Penularan HIV/AIDS akibat seks bebas dan penggunakan napza suntik di Kota Cimahi terbukti cukup ganas.

Hal ini terungkap karena penyakit tersebut sudah menyebabkan puluhan penderitanya meninggal dunia.

Berdasarkan Dinas Kesehatan Kota Cimahi, jumlah warga yang sudah terkena HIV-AIDS dari tahun 2005 hingga Juni 2022 sudah mencapai 583 orang.

Bahkan, dari jumlah tersebut sebanyak 65 orang di antaranya meninggal dunia

Pemegang Program HIV-AIDS dan IMS, Dinas Kesehatan Kota Cimahi Mulyono mengatakan, penularan HIV-AIDS bisa dari penggunaan napza suntik hingga seks bebas, tetapi untuk saat ini mayoritas penularannya akibat seks bebas. 

"Sekarang penularan HIV-AIDS itu dominan akibat dari seks bebas. Kalau dari penggunaan napza berkurang. Mayoritas usia produktif, antara 22-30 tahun," ujarnya di Pemkot Cimahi, Jumat (26/8/2022).

Ia mengatakan, selama ini pihaknya rutin melakukan pemeriksaan setiap bulan terhadap populasi berisiko terkena HIV-AIDS seperti Wanita Pekerja Seks (WPS), waria, Lelaki Seks Lelaki (LSL), dan pengguna napza suntik. 

"Dari hasil pemeriksaan, populasi LSL terbanyak di Kota Cimahi. Itu data yang didapat dari hasil pemetaan tahun 2018 di Kota Cimahi," kata Mulyono.

Sementara pada periode awal adanya pandemi Covid-19, jangkauan pemeriksaan hingga pencegahan HIV-AIDS sempat terganggu. Namun, seiring meredanya pandemi Covid-19, pihaknya sudah rutin terjun ke lapangan. 

Ia mengatakan, penderita penyakit menular tersebut harus terdeteksi agar segera dilakukan penanganan, meskipun pada dasarnya HIV-AIDS tersebut tidak bisa disembuhkan.

"Untuk penanganannya, mereka diberikan obat sesuai resep dokter agar virusnya tidak semakin berkembang," ucapnya.

Pada dasarnya, kata dia, kondisi kondisi para pengidap HIV-AIDS tersebut terlihat tidak masalah dan sehat, tetapi ada perubahan pada psikisnya jika dari hasil pemeriksaan reaktif atau positif.(Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved