Kisah Pemuda Yatim Piatu di Pangandaran yang Miliki Grup Kesenian Kuda Lumping Kini Banyak Panggilan
Dari hobi, pemuda yatim piatu di Pangandaran menggeluti kesenian kuda lumping hingga jadi pimpinan rombongan. Hasil pentasnya ada yang disumbangkan
Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
"Biasanya, kan, kalau ada orang yang mau hajatan ingin ada hiburannya. Nah, disitu kami menjual jasa untuk tampil. Belum, di tempat event lainnya."
"Tarif jasa pentasnya, sehari semalam itu sekitar Rp 7 juta. Ya, segitu kayaknya sudah cukup murah, karena kesenian kuda lumping kita banyak personelnya," ujarnya.
Baca juga: Seniman Kuda Lumping di Indramayu dan Penontonya Divaksin Covid-19, Polisi Bilang Agar Selalu Sehat
Hasil dari jasa pentasnya, selain untuk membayar sewa gamelan dan personilnya, Ia sisihkan uangnya untuk diberikan kepada anak yatim piatu.
"Sisa dibagi bagi uangnya, kita simpan untuk kas, untuk ke mesjid dan juga ke anak yatim piatu yang ada disekitar lingkungan kita. Ya, saya juga merasakan hidup enggak punya ayah dan ibu. Yang penting, barokah," ucap Kholik. (*)