Kisah Pemuda Yatim Piatu di Pangandaran yang Miliki Grup Kesenian Kuda Lumping Kini Banyak Panggilan

Dari hobi, pemuda yatim piatu di Pangandaran menggeluti kesenian kuda lumping hingga jadi pimpinan rombongan. Hasil pentasnya ada yang disumbangkan

Penulis: Padna | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/PADNA
Kholik (18) pimpinan rombongan kesenian kuda lumping memainkan gamelan Jawa di halaman rumahnya di Dusun Sindangsari, Desa Sindangwangi, Kecamatan Padaherang, Kabupaten Pangandaran, Kamis (25/8/2022). 

"Biasanya, kan, kalau ada orang yang mau hajatan ingin ada hiburannya. Nah, disitu kami menjual jasa untuk tampil. Belum, di tempat event lainnya."

"Tarif jasa pentasnya, sehari semalam itu sekitar Rp 7 juta. Ya, segitu kayaknya sudah cukup murah, karena kesenian kuda lumping kita banyak personelnya," ujarnya.

Baca juga: Seniman Kuda Lumping di Indramayu dan Penontonya Divaksin Covid-19, Polisi Bilang Agar Selalu Sehat

Hasil dari jasa pentasnya, selain untuk membayar sewa gamelan dan personilnya, Ia sisihkan uangnya untuk diberikan kepada anak yatim piatu.

"Sisa dibagi bagi uangnya, kita simpan untuk kas, untuk ke mesjid dan juga ke anak yatim piatu yang ada disekitar lingkungan kita. Ya, saya juga merasakan hidup enggak punya ayah dan ibu. Yang penting, barokah," ucap Kholik. (*)

Sumber: Tribun Jabar
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved