Kasus HIV/AIDS di Bandung, Pegawai Swasta Pengidap Tertinggi Penyebab Terbanyak Karena Heteroseksual

Kasus HIV/AIDS di Kota Bandung ditemukan pada 2022 ada 300-400 pengidap dan tertinggi dari kelompok pegawai swasta, penyebab terbanyak heteroseksual

Kolase Foto Tribun Jabar
Ilustrasi: Stop HIV/AIDS. Kasus HIV/AIDS di Kota Bandung ditemukan pada 2022 ada 300-400 pengidap dan angka tertinggi dari kelompok pegawai swasta dan penyebab terbanyak karena heteroseksual. 

Laporan Wartawan Tribunjabar.id, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Kasus HIV/AIDS di Kota Bandung ditemukan pada 2022 sebanyak 300-400 pengidap. Jumlah tersebut sama dengan tahun lalu dan tak berpengaruh dengan adanya pandemi covid.

Pengidap tertinggi berasal dari kelompok pegawai swasta dan penyebaran terbanyak dari kasus heteroseksual.

Kepala Sekretariat Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung, Sis Silvia Dewi menjelaskan layanan kesehatan di Bandung berjalan dengan baik sehingga puskesmas atau rumah sakit bisa laksanakan tes HIV. Saat ini di Bandung sudah ada sekitar 82 fasilitas kesehatan yang bisa tes HIV.

"Data akumulatif dari 1991 sampai Desember 2021 datanya ada sebanyak 10.800 kasus, tapi yang terdeteksi sekitar 5.843 orang yang terkena HIV di Bandung. Usianya yang paling banyak itu 20-29 tahun sebanyak 44,84 persen atau 45 persen dan masuk dalam usia produktif. Lalu, kedua usia 30-39 ada di angka 34 persen," katanya di Kantor KPA, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Bandung, Kamis (25/8/2022).

Pengidap HIV/AIDS tak terlihat gejalanya sehingga banyak orang yang terkena dan bisa menularkan karena tak sadar. Kemudian, dia menyebut bila tertular ke ibu rumah tangga dan ibu rumah tangga itu hamil dan lahirnya pun anak yang positif HIV.

Baca juga: Berita Subang: Ngeri! Selama 8 Bulan, Kasus HIV/AIDS Bertambah 200 Orang, Termasuk Anak-anak

"Angkanya di Bandung itu 2,7 persen usia 0-14 tahun. Nah, sekarang harus dicegah jangan sampai ada anak-anak yang terkena HIV lagi. Penyebab HIV/AIDS ini berdasar faktor resiko terbanyak ialah karena heteroseksual sebesar 39,52 persen," ujar Sis Silvia.

Mengenai penyebab penyebaran jarum suntik, dia mengaku dahulu menjadi primadona sampir 40 persen tapi sekarang menurun menjadi 30,89 persen.

"Dari 1990 secara akumulatif penyebaran HIV melalui jarum suntik menurun, tetapi dari heteroseksualnya terus meningkat. Kami katakannya seks beresiko dan ada dari kalangan mahasiswa," kata Sis Silvia.

"Kami harus ajak SKPD lain untuk terlibat, semisal Disnaker agar ada program penanggulangan HIV/AIDS di tempat kerja. Kami juga akan masuk ke tempat kerja untuk sosialisasi. Sosialisasi itu penting, tapi kami ingin orang yang beresiko mengerti akan bahaya tertular HIV/AIDS dan lakukan pemeriksaan untuk hindari penularan sekaligus miliki kesadaran," ujarnya seraya menyebut 4000an pengidap HIV masih dicari.

Mengenai upaya agar kasus HIV/AIDS tak terus meningkat dari heteroseksual, dia mengatakan pihaknya membuat program pencegahan, semisal program hebat di SMP kelas 2, lalu ke setiap calon pengantin wajib ikuti tes pemeriksaan kesehatan, termasuk di dalamnya pemeriksaan HIV.

Baca juga: Kasus HIV/Aids di Sumedang Naik Terus, Banyak ODHA yang Pengobatannya Terputus,

"Jadi, tes kesehatan itu menjadi wajib bagi yang mau menikah, tes HIV, Sifilus, Hepatitis, Gula, golongan darah, dan lainnya semua diperiksa untuk pencegahan dan yang mau melahirkan pun kami cegah jangan sampai menular ke ibunya," kata Sis Silvia.

"Kami tak bisa sendirian dalam penanggulangan HIV. Kami bekerja bareng-bareng bersama SKPD terkait," ujarnya.

Sis Silvia mengaku data yang KPA Kota Bandung dapatkan ialah bersumber satu pintu dari Dinas Kesehatan, sehingga siapa pun yang lakukan tes HIV harus menyertakan KTP untuk dimasukkan ke database.

Kantor Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Bandung.
Kantor Komisi Penanggulangan AIDS Kota Bandung, Jalan KH Ahmad Dahlan, Kota Bandung. (TRIBUNJABAR.ID/MUHAMAD NANDRI PRILATAMA)
Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved