Promosi Kesehatan dengan PHBS sebagai Langkah Menaggulangi Kasus Muntaber

PHBS merupakan kependekan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat m

Universitas Bhakti Kencana
Foto bersama dosen pembimbing/pemateri 

TRIBUNJABAR.ID, PHBS merupakan kependekan dari Perilaku Hidup Bersih dan Sehat yang merupakan sebuah upaya untuk menularkan pengalaman mengenai perilaku hidup sehat melalui individu, kelompok ataupun masyarakat luas dengan jalur-jalur komunikasi sebagai media berbagi informasi.

Ada berbagai informasi yang dapat dibagikan seperti materi edukasi guna menambah pengetahuan serta meningkatkan sikap dan perilaku terkait cara hidup yang bersih dan sehat.

Tujuan utama dari PHBS adalah meningkatkan kualitas kesehatan melalui proses penyadartahuan yang menjadi awal dari kontribusi individu-individu dalam menjalani perilaku kehidupan sehari-hari yang bersih dan sehat.

2 Foto bersama kader dan warga rw 9
Foto bersama kader dan warga rw 9

Manfaat PHBS yang paling utama adalah terciptanya masyarakat yang sadar kesehatan dan memiliki bekal pengetahuan dan kesadaran untuk menjalani perilaku hidup yang menjaga kebersihan dan memenuhi standar kesehatan sehingga terhindar dari berbagai penyakit.

Maka dari itu mahasiswa KKN Kelompok 4 Universitas Bhakti Kencana yang di ketuai oleh Muhamad Rizaldi dengan anggota Gaizka Verrel Santosa, Aninda Adistiani, Diny Nopianty, Annisa Permata Hati, Berliana Ayu Aprilia, Dita Widia Putri, Rasyifa Nur Aini, Devi Fitri, Vina Fadilah, Siska Juwita, Anisa Pebriyanti, Indri Lidya Nugraha, Fera Nurhayati, Dini Oktaviani, Bioseffa Oktavia, Agung Triono, Andira Aqila Fadia dan Efa Fitri Nurlailiyah melakukan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa penyuluhan mengenai pentingnya perilaku hidup bersih dan sehat untuk mencegah penyakit dengan mengusung salah satu tema tentang SDG’s yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera dimana tema tersebut sesuai dengan masalah yang ada di Desa Sindanggalih yaitu terjadi muntaber sebanyak 9,59 persen untuk cakupan penemuan di semua usia dan 7,13% untuk cakupan penemuan di usia balita.

Universitas Bhakti Kencana
Universitas Bhakti Kencana ()

KKN Tematik dari Universitas Bhakti Kencana telah dilaksanakan dari tanggal 2 Agustus sampai dengan tanggal 12 Agustus. Kelompok 4 melakukan KKN di Desa Sindanggalih selama 10 hari. Saat KKN banyak program yang dilaksanakan antara lain membantu program BIAN, membantu pemeriksaan penyakit tidak menular (PTM), ikut serta dalam program vaksinasi, pemeriksaan kesehatan gratis, dan jumat bersih.

Mahasiswa bersama dengan tim dosen pembimbing yang di ketuai oleh Ibu Richa Noprianty, S.Kep., Ners, M.PH dengan anggota Ibu Apt. Ika Kurnia Sukmawati, M.Si, Ibu Vivop Marti Lengga, S.Kep., Ners., M.Kep, Ibu Shinta Ika Shandi, S.SiT., M.Kes, dan Ibu Reza Qrista Adianti, M.Kes sekaligus menjadi narasumber pada acara promosi kesehatan dengan PHBS sebagai Langkah menanggulangi kasus muntaber. Selain itu dilakukan juga edukasi swamedikasi muntaber dan demo pembuatan larutan oralit yang merupakan bagian dari penanganan ketika terkena muntaber. Acara dihadiri oleh perangkat desa, kader dari RW 1-15 yang sangat antusias mengikuti acara dari awal sampai akhir.

Pelaksanaan dilakukan dengan memberikan pre test dan post test untuk mengukur pengetahuan, sikap dan perilaku ibu kader dan masyarakat RW 09 perihal penyakit muntaber. Hasil yang didapatkan bahwa terjadi peningkatan sikap dan perilaku setelah ibu kader mengikuti sosialisasi ini.

Diharapkan dengan adanya kegiatan ini masyarakat dan kader desa Sindanggalih dapat teredukasi dan memiliki kemampuan terkait upaya pencegahan yang bisa dilakukan untuk menghindari penyakit muntaber.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved