Band Nidji Luncurkan Album Live Version, Lagu Jadul Diaransemen Ulang Jadi Lebih Segar
Grup Band Nidji meluncurkan album baru. Namun, tak ada lagi suara Giring Ganesha yang sudah meninggalkan band dan kini berkarier di politik.
Penulis: Muhamad Nandri Prilatama | Editor: Giri
Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama
TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Grup Band Nidji meluncurkan album baru. Namun, tak ada lagi suara Giring Ganesha yang sudah meninggalkan band dan kini berkarier di dunia politik.
Nidji kini memasuki usia 20 tahun di belantika musik Indonesia.
Nidji juga berhasil membuktikan sebagai grup band yang semakin matang meski ditinggal Giring Ganesha. Kini Ubay yang menjadi vokalis.
Band yang juga diisi Ariel (gitar), Rama (gitar), Randy (keyboard synthesizer), Andro (bass), dan Adri (drum) sampai sekarang masih tetap produktif berkarya.
Satu di antaranya dengan mengaransemen lagu hitsnya dahulu dari album Breakthru (2006) berjudul 'Hapus Aku' (live version).
Mereka menambahkan beberapa elemen dengan format live version sehingga terdengar lebih segar.
Lagu 'Hapus Aku' versi terbaru ini pun menampilkan karakter sang vokalis Ubay yang lebih matang.
Baca juga: Belasan Tahun Sulit Punya Anak, Mantan Artis Cilik Istri Personel Nidji Ini Akhirnya Dapat Keajaiban
Dalam album live version ini, Nidji memasukkan 10 lagu dan akan dirilis dalam waktu dekat.
Saat ini juga lagu 'Hapus Aku' versi terbaru bisa disaksikan di channel YouTube dan Vidio Musica Studio's.
Selain itu, lagunya pun bisa didengarkan di seluruh platform musik digital, yakni Spotify, Apple Music, Joox, Langit Musik, YouTube Music, Noice, Resso, dan Trebel.
Band Nidji pun pada Kamis (18/8/2022) pentas di Kota Bandung dalam event Memoria.
Project Manager Memoria, Adit, menyebut event itu bertujuan bernostalgia pada lagu-lagu era 90-an dan awal 2000.
Baca juga: Pasha Ungu Pilih Berkarir Jadi Seorang Pejabat Ketimbang Artis, Sang Vokalis Beberkan Alasannya
"Kami mengambil tema (memoria) karena merasa bahwa tahun sekarang ke tahun 90-an itu pas mengenang lagu-lagu zaman itu. Apalagi, di 90-an itu banyak musik mainstream sehingga musik alternatif menjadi pilihan selain mainstream. Dan itu (alternatif) muncul di MTV yang bergerak semakin luas dan menjadikan band hits," katanya.
Mengundang band Nidji dalam event memoria ini, lanjut Adit, pada awal 2000-an Nidji menjadi band yang berbeda dibanding band lainnya saat itu.
"Kami punya tujuan adakan event ini untuk sampaikan bahwa lagu-lagu 90an banyak loh yang enak. Ditambah, sekarang Nidji dengan vokalis baru yang membuat audiens atau penikmatnya bertambah termasuk ada generasi saat ini," katanya. (*)