Ciptakan Siswa yang Berbudaya, Unfari Gelar Pendampingan dan Penguatan Budaya Sunda

Dalam kegiatan ini siswa mendapat pelatihan kawih, apresiasi sajak, pelatihan biantara, dan pelatihan ngadongeng.

Editor: taufik ismail
Istimewa
Kegiatan Pelatihan bahasa dan seni untuk pendampingan dan penguatan budaya Sunda yang digelar Universitas Al Ghifari. 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penanaman mental melalui gerakan adab dan budaya yang baik harus diterapkan sejak dini pada diri siswa.

Kemudian biarkanlah karakter beradab dan berbudaya itu tumbuh dan berkembang di lingkungan sekolah, serta lingkungan sekitarnya.

Demikianlah pesan yang terkandung pada kegiatan Milad ke-20 Universitas Al Ghifari bekerja sama dengan program Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) Unfari, 15-18 Agustus 2022.

Ketua GNRM Al Ghifari, Dr Dadan Rohdiana yang juga Dekan Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unfari, mengatakan gerakan moral yang dikembangkan di lingkungan Unfari itu untuk menciptakan lingkungan yang mampu berkembang secara global namun berdiri kokoh dengan prilaku lokal yang bepedoman dari nilai-nilai tradisi.

“Sebagai contoh, saat ini jarang kita temukan anak-anak yang tumbuh dengan kesantunan tradisi. Benar, bahwa banyak anak memiliki kecerdasan koginitif yang luar biasa, namun tanpa dibarengi dengan sikap yang bersandar pada norma dan nilai-nilai yang baik warisan leluhur,” kata Dadan.

Upaya penyadaran terhadap adab dan budaya tersebut, pihak Unfari melalui GNRM mengadakan kegiatan Pendampingan dan Penguatan Budaya Sunda.

Adapun materi yang dipilihnya adalah pelatihan kawih, apresiasi sajak, pelatihan biantara, pelatihan ngadongeng, dengan mengundang narasumber Dian Hendrayana, S,S., M.Pd. selaku Ketua Dewan Kebudayaan Kabupaten Bandung yang juga dosen di Departemen Pendidikan Bahasa Sunda UPI.

Selain itu, program GNRM ini pun menyelenggarakan diskusi kebudayaan bertema Melestarikan Nilai Tradisi dan Membawa Sunda ka Jauhna dengan menghadirkan para narasumber Prof. Dr. Ganjar Kurnia (akademisi dan budayawan), Dr. H. Sodik Mudjadid, M.Sc. (Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI), H. Memo Hermawan (DPRD Jawa Barat), Dr. Popong Otje Djundjunan, serta Dr. Gugun Gunardi, M.Hum.

Kegiatan pendampingan dan penguatan budaya Sunda ini cukup mengundang apresiasi yang tinggi di lingkungan Unfari.

Para siswa yang mengikuti pelatihan kawih, baca sajak, dan ngadongeng tampak aktif dan bersemangat mengikuti pelatihan.

Bahkan dari hasil pelatihan ini, para siswa kemudian unjuk kebolehannya di panggung yang disediakan oleh panitia untuk turut menyemerakkan rangkaian acara Dies Natalis Universitas Al Ghifari ke-20.

Baca juga: Sekolah di Jabar Gelar Lomba Agustusan Bermuatan Lokal, Lomba Bakiak Hingga Lantunkan Lagu Sunda

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved