Pupuk Indonesia Saluran 700 ribu Ton Lebih Pupuk Subsidi untuk Petani Jabar dan Banten

PT Pupuk Indonesia salurkan 703.029 ton pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Jabar dan Banten per 18 Agustus 2022.

Penulis: Handhika Rahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Handhika Rahman
PT Pupuk Indonesia salurkan 703.029 ton pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Jabar dan Banten per 18 Agustus 2022. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Handhika Rahman

TRIBUNJABAR.ID, INDRAMAYU - PT Pupuk Indonesia salurkan 703.029 ton pupuk bersubsidi ke seluruh wilayah Jabar dan Banten per 18 Agustus 2022.

SVP PSO Wilayah Barat Pupuk Indonesia, Agus Susanto, mengatakan, pupuk subsidi yang didistribusikan meliputi lima jenis pupuk yaitu urea, SP-36, ZA, NPK, dan organik.

"Realisasi penyaluran pupuk bersubsidi yang mencapai 703.029 ton ini setara 84 persen dari total alokasi pupuk bersubsidi di wilayah Jabar dan Banten tahun 2022 sebesar 832.407 ton," ujar dia saat mengunjungi Gudang Lini 3 Jatibarang, Indramayu, Jumat (19/8/2022).

Baca juga: Keluhan Petani Cabai di Ciamis, Harga Cabai Turun, Pupuk Subsidi Tak Ada, Pupuk Non-Subsidi Mahal

Disampaikan Agus Susanto, dari 703.029 ton yang didistribusikan, dengan rincian pupuk urea sebanyak 373.183 ton, pupuk SP-36 sebanyak 22.728 ton, pupuk ZA sebanyak 24.712 ton, pupuk NPK sebanyak 264.526 ton, dan pupuk organik sebanyak 17.880 ton.

"Jenis pupuk subsidi yang serapannya tinggi adalah pupuk NPK yang sudah mencapai 128 persen dari total alokasi sebesar 264.526 ton," ujarnya.

Sementara dari sisi stok, lanjut Agus Susanto, hingga 18 Agustus 2022 stok pupuk subsidi di wilayah Jabar dan Banten yang berada di Lini I hingga Lini III ada sebanyak 113.856,07 ton atau 372 persen dibanding dengan ketentuan stok.

Dengan rincian, pupuk urea 70.479,30 ton, dan pupuk NPK 43.376,77 ton.

Sedangkan untuk di Kabupaten Indramayu, hingga 18 Agustus 2022, stok di Gudang Lini 3 mencapai 9.392 ton. Terdiri dari Urea sebanyak 6.942 ton dan NPK 2.450 ton.

Untuk proses penyaluran pupuk bersubsidi sendiri, kata Agus Susanto didistribusikan ke semua lini sesuai dengan Surat Keputusan (SK) kepala daerah.

Atau dengan kata lain, sebagai aturan turunan dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 41 Tahun 2021 yang kini direvisi menjadi Permentan Nomor 10 Tahun 2022 terkait aturan alokasi pupuk bersubsidi tahun 2022.

"Sebagai produsen kami menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai dengan alokasi yang ditetapkan pemerintah," ujar dia.

Di sisi lain, Pupuk Indonesia juga terus memantau proses distribusi pupuk bersubsidi melalui Distribution Planning & Control System (DPCS).

Sistem ini memungkinkan Pupuk Indonesia untuk memperkuat proses perencanaan distribusi hingga pengawasan dari pabrik sampai ke kios-kios resmi secara real time.

Dalam hal ini, Pupuk Indonesia juga mengimbau kepada seluruh distributor dan pemilik kios resmi untuk selalu mengikuti ketentuan pemerintah dalam mendistribusikan pupuk bersubsidi.

Disampaikan Agus Susanto, pihaknya tidak akan segan untuk menindak tegas distributor nakal yang menyelewengkan alokasi pupuk bersubsidi.

"Kami secara berkala terus berkoordinasi dengan KP3 dan terus memperkuat proses pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi mulai dari Lini 1 sampai Lini 4," ujar dia.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved