Pedagang Sayur di Garut Nyambi Jadi Bandar Judi Togel, Pasang Rp 1.000 Jika Menang Dapat Rp 70.000

Pedagang sayur berinisial DS (53) di Garut ditangkap lantaran menjadi bandar judi togel. Menurutnya, jika pasang Rp 1.000 jika menang dapat Rp 70.000

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Darajat Arianto
Dok. Polres Garut
Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono dalam rilis bandar judi togel online dan pemasangnya di Mapolres Garut, Jumat (19/8/2022). Pedagang sayur berinisial DS (53) di Garut ditangkap lantaran menjadi bandar judi togel. Menurutnya, jika pasang Rp 1.000 jika menang dapat Rp 70.000 

Laporan kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seorang pedagang sayur berinisial DS (53) di Garut ditangkap polisi, ia ditangkap lantaran menjadi bandar judi togel.

DS diketahui diamankan oleh Tim Sancang Polres Garut bersama enam orang lainnya yang juga terlibat dalam bisnis judi online.

DS menyetor ke aplikasi judi, dan jika pemasang menyetorkan uang Rp 1.000 kemudian menang, maka ia akan mendapat keuntungan sebesar Rp 70 ribu.

Kapolres Garut AKBP Wirdhanto Hadicaksono mengatakan, tersangka merupakan bagian dari sindikat perjudian di Kabupaten Garut yang sudah menjalankan bisnisnya selama satu bulan.

"Mereka ditangkap Kamis malam di wilayah Haurpanggung, salah satunya adalah DS yang merupakan pedagang sayur," ujarnya dalam ekspose kasus tersebut di Mapolres Garut, Jumat (19/8/2022) sore.

Ia menuturkan saat pelaku digerebeg, terdapat satu orang pemasang yang sedang bertransaksi judi online.

Menurut Kapolres Garut, DS mengoperasikan sebuah situs judi online dengan nama togelgingdong176.com.

"Di desa yang sama juga kami melakukan penangkapan dan berhasil menangkap lima orang pelaku, dari mulai bandar dan tersangka yang mengoperasikan situsnya," ucapnya.

Wirdhanto menjelaskan jenis judi online yang mereka jalankan adalah togel online jenis Sydney, Macau dan Hongkong.

Pemasang, kata Kapolres, menyetorkan sejumlah nominal uang mulai seribu rupiah hingga ratusan ribu rupiah ke bandar, kemudian bandar memasangkan uang tersebut ke aplikasi judi.

Jika pemasang menyetorkan uang Rp 1.000 kemudian menang, maka ia akan mendapat keuntungan sebesar Rp 70 ribu.

"Itu berlaku kelipatan, jadi kalo pasang tiga ribu rupiah jadi Rp 210.000, para bandar ini mendapat keuntungan 29 persen dari penggunaan aplikasi," ucapnya.

Selama ini tersangka mendapat keuntungan ratusan juta rupiah dari bisnis haram tersebut. Pelaku bahkan menyasar masyarakat, seperti tukang parkir, pedagang bahkan pengangguran.

Ia menjelaskan pelaku DS dan keenam pelaku lainnya yang berinisial SW, MI, SP, D, DD dan AS dikenakan pasal bervariasi disesuaikan dengan peran masing-masing.

Pemasang dikenakan Pasal 27 ayat 2 juncto pasal 45 ayat 2 undang-undang ITE dan Pasal 303 ayat 1 dan 2 KUHP dengan ancaman hukuman 4 tahun penjara.

"Untuk bandar akan dikenakan pasal 27 ayat 2 juncto pasal 45 ayat 45 ayat 2 undang-undang ITE dan Pasal 303 ayat 1, ancaman hukuman 10 tahun penjara denda Rp.25 juta," ujarnya. (*)

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved