DP2KBP3A Sudah Siapkan Antisipasi Jika Dugaan Tindak Asusila di Kabupaten Bandung Benar Terjadi

DP2KBP3A Kabupaten Bandung sudah berusaha mengungkap kasus dugaan tindak asusila yang dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren kepada santriwatinya.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Giri
Istimewa via Tribunnews.com
ILUSTRASI - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung sudah berusaha mengungkap kasus dugaan tindak asusila yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren kepada santriwatinya. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Bandung sudah berusaha mengungkap kasus dugaan tindak asusila yang diduga dilakukan oleh oknum pimpinan pesantren kepada santriwatinya.

Kepala DP2KBP3A Kabupaten Bandung, Muhammad Hairun, mengungkapkan, pada prinsipnya pihaknya bekerja sesuai dengan tupoksi.

"Pertama, kalau memang terjadi pelanggaran, itu sudah menjadi wewenang Pemkab Bandung untuk melindungi para korban," ujar Hairun saat dihubungi melalui sambungan teleponnya, Jumat (19/8/2020).

Hairun mengatakan, sejauh pihaknya sudah beberapa kali berkoordinasi baik dengan pusat, provinsi, ataupun pelapor serta pengacaranya. 

"Supaya kasus ini terbuka dan terang. Tapi sekarang kan kami belum mendapatkan data-data korban karena kasusnya, kan, masih tahap penyelidikan oleh polresta," kata Hairun. 

Sehingga, menurut Hairun, belum ada rujukan kepada pihaknya.

Baca juga: Dugaan Tindak Asusila Pimpinan Pesantren di Bandung, Polisi Masih Menyelidiki, Pelapor Bukan Korban

"Tapi sejak kasus ini sudah diberitakan, kami sudah bergerak langsung ke lapangan untuk menelusuri kebenaran berita dan kronologinya," tuturnya.

Hairun mengatakan, pihaknya juga masih berkoordinasi dengan berbagai pihak.

"Barangkali ada korban yang benar-benar membutuhkan bantuan dan perlakuan khusus, kami siap menampung," kata dia.

Hairun mengungkapkan, pihaknya juga sudah menyiapkan psikolog hingga selter untuk para korban jika memang dibutuhkan. 

Baca juga: Taman Sugema Sukabumi Ditutup, Sering Dijadikan Ajang Tawuran sampai Perbuatan Asusila, Warga Setuju

"Jadi antisipasinya sudah disiapkan karena memang itu sudah tugas kami," ujarnya.

Pihaknya menunggu data-data real, baik dari tim yang turun langsung di lapangan maupun dari pihak kepolisian. 

"Intinya kami sudah siap jika suatu waktu, perlindungan terhadap korban diperlukan," ucapnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved