Tanggapi Aksi Mogok Makan Para Petani, Satker Tol Cisumdawu Sebut Pemerintah Tak Mungkin Tak Bayar

Puluhan warga penggarap pertanian di lahan negara itu mengaku belum mendapatkan uang kerahiman sebagai ganti rugi lahan pertanian mereka

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Kiki Andriana
Puluhan petani penggarap di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang menggelar aksi mogok makan dan mogok bicara di samping jembatan tol Cisumdawu, tepatnya di Desa Cilayung, Jatinangor, Sumedang, Senin (15/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Satuan Kerja (Satker) Tol Cisumdawu telah mengetahui kabar sejumlah warga berunjuk rasa dengan aksi mogok makan di Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Senin (15/8/2022) siang.

Puluhan warga yang merupakan petani penggarap di lahan negara itu mengaku belum mendapatkan uang kerahiman sebagai ganti rugi lahan pertanian mereka yang tergusur pembangunan tol.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Fisik Satker Tol Cisumdawu, Erwin Herlambang mengatakan bahwa dia sudah mendengar kabar itu dan menjelaskan bahwa pemerintah tak mungkin tak membayar.

Baca juga: Petani Peggarap Lahan di Jatinangor Mogok Makan dan Bicara, Tuntut Ini dari Proyek Tol Cisumdawu

"Pemerintah tak mungkin tak membayar, sebab di tempat lain pun, yang sudah-sudah, pemerintah membayar," katanya saat dihubungi TribunJabar.id, Senin malam.

Erwin mengatakan lebih baik ditelusuri lebih dahulu bagaimana komitmen awal pemegang hak atas lahan dengan para penggarap.

Lebih jauh dia mengatakan bahwa Indonesia negara hukum, yang sudah memiliki saluran-saluran untuk menyampaikan rasa tidak puas.

"Ini kan negara hukum, saya kira bisa mengajukan ke kepolisian dan pengadilan. Yang dulu-dulu kan begitu ya. Sepertinya akan lebih tepat jika koordinasinya ke saluran itu," katanya.

Puluhan petani penggarap di Desa Cilayung, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang menggelar aksi mogok makan dan mogok bicara.

Aksi dimulai Senin (15/8/2022) dan baru selesai dalam tiga hari mendatang.

Peserta aksi yang didominasi kaum perempuan itu duduk di bawah tenda yang didirikan di pinggir jalan. Mereka duduk lesehan di atas alas duduk. Terlihat bagian mulut mereka ditutup lakban.

Baca juga: Ingin Diberi Uang Kerahiman Proyek Tol Cisumdawu, Puluhan Petani Penggarap Gelar Aksi Mogok Makan

Lakban hitam, merah, dan kuning menutup rapat mulut mereka. Masing-masing mereka tak bicara apapun, apalagi sampai mereka saling bicara.

Para petani melakukan itu agar jeritan mereka didengar pemerintah. Lahan garapan yang mereka kelola kini dijadikan lahan Tol Cisumdawu. Mereka kini kehilangan pekerjaan.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved