Breaking News:

Pembongkaran Halte di Kota Bandung Selesai, Dishub Pemulihan Trotoar Beres pada Akhir Agustus

Kepala Bidang Prasarana pada Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, menyampaikan Dishub telah membongkar puluhan halte

Dokumentasi Tribun Jabar
ILUSTRASI- Dinas Perhubungan Kota Bandung selesai membongkar 21 halte yang tersebar di sejumlah lokasi. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Muhamad Nandri Prilatama

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Dinas Perhubungan Kota Bandung selesai membongkar 21 halte yang tersebar di sejumlah lokasi.

Alasan pembongkaran halte itu karena sebagian besarnya sudah terbengkalai dan tak dipergunakan sesuai fungsinya.

Kepala Bidang Prasarana pada Dishub Kota Bandung, Panji Kharismadi, menyampaikan Dishub telah membongkar puluhan halte dengan menghabiskan biaya Rp 190 juta, termasuk biaya pembangunan kembali trotoar yang ikut terbongkar.

"Satu halte itu biayanya Rp 10 juta, tapi penyerapan kondisinya berbeda-beda. Jadi, tak bisa disamaratakan karena harga paving block-nya berbeda juga, tergantung haltenya," ujar Panji Kharismadi, Senin (15/8/2022).

Selain itu, Panji menyebut pembongkaran halte dilakukan guna mengembalikan fungsi trotoar akibat terhalangnya halte yang sudah terbengkalai dan beralih fungsi.

Baca juga: Sekda Kota Bandung Sebut 21 Halte dan Tiga JPO Siap Dibongkar Tahun Ini Lantaran Kondisinya Begini

"Secara fungsi halte yang dibongkar lantaran ada yang jadi tempat tinggal PMKS, menyimpan sayur, jualan burung, hingga tak terpakai karena rekayasa lalu lintas atau perubahan rute," ujar Panji Kharismadi.

Saat ini, lanjutnya halte yang tersisa sejumlah 251 halte dari 272 halte di Kota Bandung. Dishub Kota Bandung pun terus mengevaluasi meskipun pembongkaran halte selesai dan ditargetkan pulih kembali sebagai trotoar di akhir Agustus.

"Evaluasi yang dilakukan itu seperti penilaian oleh sekretaris daerah Kota Bandung. Ketika sekda setuju, berlanjut ke BKAD untuk menghitung nilai pembongkarannya, contoh di Sukajadi ada yang harus dibongkar karena Sukajadi satu arah sekarang, ke utara semua. Maka harusnya yang digunakan di sebelah kiri saja dan kami usulkan untuk dibongkar," ujarnya.

Panji pun mengatakan ada lima tenaga non PNS yang bekerja setiap harinya sehingga menjadi kendala karena jumlah halte di Bandung banyak. Panji pun meminta masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga kebersihan halte.

"Biasanya kami bila membersihkan satu halte, lalu bergeser nah itu terkadang sudah kotor lagi. Jadi, kami meminta partisipasi warga. Jika ada halte dekat kantornya atau sekolahnya mohon dijaga kebersihannya," kata Panji Kharismadi.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved