Beberapa Korban Pencabulan Santriwati di Katapang Belum Berani Lapor Polisi, Diduga Malu

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo membenarkan kasus pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Katapang mencabuli santriwati.

Penulis: Lutfi Ahmad Mauludin | Editor: Ravianto
Tribun Jabar/Cipta Permana
Kapolresta Bandung, Kombes Pol Kusworo Wibowo di Mapolresta Bandung, Senin (20/6/2022). Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo membenarkan kasus pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Katapang mencabuli santriwati. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Seorang oknum pimpinan pondok pesantren di Kecamatan Katapang, Kabupaten Bandung, diduga mencabuli santriwati.

Tak cuma satu, korban oknum pimpinan ponpes ini diduga sudah mencapai belasan hingga mencapai 20 orang dan diduga dilakukan sejak lama.

Kapolresta Bandung Kombes Kusworo Wibowo membenarkan kasus tersebut.

Menurutnya, kini pihaknya sedang melakukan lidik.

"Hari ini kami lagi lidik, semoga bisa segera rilis," ujar Kusworo, saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Senin (15/8/2022).

Namun sayang, kini Kusworo, belum bisa memberikan keterangan lebih rinci dan meminta semua pihak bersabar.

Seperti yang telah diberitakan, menurut Kuasa Hukum Korban, Deki Rosdiana, kejadian pencabulan tersebut sudah berlangsung sejak lama. 

Korban yang didampinginya, menjadi korban pencabulan di tahun 2016, saat berusia 14 tahun.

Diduga korban belasan hingga sampai dua puluh orang, namun, baru satu orang yang telah berani melapor.

"Korban merupakan santriwatinya, di mana santriwati ini memiliki karakter sangat nurut ke kiainya. Akhirnya diperdaya dengan bahasa bahasa nanti tidak berkah ilmunya, secara hukum harus nurut gurunya," kata Deki, saat dihubungi melalui sambungan teleponnya.

Sehingga santriwati tersebut menuruti apa yang dilakukan terduga pelaku, sampai dicabuli. 

"Beberapa korban belum berani melapor karena secara mental malu, dan mendapatkan ancaman," katanya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved