Peduli Sungai, Program Konservasi Dilakukan di Lahan Kritis di DAS Sungai Citarum

Program konservasi lahan dilakukan sejumlah pihak di lahan kritis di DAS Sungai Citarum.

Editor: taufik ismail
Tribun Jabar
Penanganan lahan kritis di sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cirasea pada DAS Sungai Citarum, Sabtu (13/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Sejumlah lahan kritis di sub Daerah Aliran Sungai (DAS) Cirasea pada DAS Sungai Citarum mendapat penanganan.

Beralihnya fungsi lahan mengakibatkan puluhan hektare lahan menjadi kritis dan perlu perhatian.

Sejumlah pihak pun turun untuk menanggulangi hal tersebut.

Di kawasan tersebut kawasan hutan lindung sebagai resapan dan penahan air hujan saat ini banyak berubah fungsi, di antaranya jadi lahan pertanian.

Akibatnya lahan yang dulu hijau kini berubah menjadi gersang dan bisa disebut kawasan tersebut menuju kritis dan perlu perhatian.

Seperti yang terjadi di kawasan sub DAS di Desa Nagrak, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung. Di kawasan tersebut, sedikitnya ada lahan seluas 30 hektare yang bisa disebut kritis dan perlu perhatian.

Kepala Desa Nagrak Suparman mengatakan adanya lahan kritis terjadi karena adanya alih fungsi lahan dari kawasan hutan lindung menjadi lahan pertanian.

"Dari 729 hektare , 99 hektare lahan kategori hutan yang perlu dijaga kelestariannya. Saat ini 30 hektare masuk lahan kritis," ucapnya di sela-sela kegiatan penanaman pohon dan pelatihan pembuatan pupuk organik padat dan cair di Ciparay, Kabupeten Bandung.

Di acara yang digelar Sabtu-Minggu atau 13-14 Agustus 2022 tersebut, Suparman menambahkan konservasi lahan kritis harus terus dilakukan.

Salah satunya seperti yang dilakukan di kegiatan kali ini, yaitu penanaman pohon produktif yang berfungsi menahan dan meresap air di lahan kritis sehingga dapat mencegah terjadinya longsor dan sedimentasi pada sungai.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved