Warga Pelindung Hewan Antusias Ikuti Pendidikan Cegah Gizi Buruk dan Stunting dari WOM dan Puskesmas

Warga Kelurahan Pelindung Hewan, Kota Bandung, dapat edukasi terkait gizi buruk untuk ibu dan balita, Jumat (12/8)

Penulis: Nazmi Abdurrahman | Editor: Mega Nugraha
Tribun Jabar / Nazmi Abdulrahman
Warga Kelurahan Pelindung Hewan, Kota Bandung, dapat edukasi terkait gizi buruk untuk ibu dan balita, Jumat (12/8). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Nazmi Abdurahman

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Warga Kelurahan Pelindung Hewan, Kota Bandung, dapat edukasi terkait gizi buruk untuk ibu dan balita, Jumat (12/8).

Kegiatan yang dilakukan Corporate Social Responsibility (CSR PT Wahana Ottomitra Multiartha Tbk (WOM Finance) bersama Puskesmas dan Kelurahan itu menyasar
ibu-ibu yang tergabung di dalam PKK Kelurahan Pelindung Hewan.

Edukasi diberikan dengan acara talkshow dengan mengusung tema "Penuhi Gizi Ibu dan Balita" dari ahli gizi Puskesmas Kelurahan Pelindung Hewan, Neneng Djubaedah dan Kepala Puskesmas Kelurahan Pelindung Hewan, dr. Riyanti.

Baca juga: Vaksinasi Massal Kembali Digelar BIN RI Bersama Puskesmas Mande

Business Unit Head WOM Finance Jawa Barat, Andriansyah Gumay mengatakan, kegiatan CSR tersebut merupakan bentuk implementasi pilar kesehatan, dimana pilar ini berfokus pada peningkatan kesehatan masyarakat dan edukasi gizi.

CSR ini dilakukan untuk menekan angka stunting dengan membagikan vitamin untuk ibu dan anak.

"Kesehatan menjadi salah satu hal yang utama bagi masyarakat dan tentunya menjadi fokus WOM Finance juga dalam melaksanakan kegiatan CSR, terlebih menyangkut kesehatan ibu dan anak. Dan dengan diadakannya kegiatan ini diharapkan dapat memperbaiki kualitas kesehatan sehingga kekurangan gizi yang selama ini terjadi bisa sedikit demi sedikit teratasi demi tumbuh kembang ibu dan anak yang sehat," ujar Andriansyah.

Kepala Puskesmas Kelurahan Pelindung Hewan, dr. Riyanti, menambahkan, pencegahan gizi buruk atau stunting, dapat dilakukan pada 1.000 hari pertama anak dari setelah lahir.

Puskesmas yang dipimpinnya, kata dia, sempat menjadi wilayah yang paling banyak terdapat anak yang alami stunting. Namun dengan penanganan yang dikolaborasikan banyak pihak, kasus stunting tersebut saat ini sudah menurun.

"Tahun 2020 kelurahan Karasak banyak stunting. Tapi dengan banyak kolaborasi, akhirnya angka stunting di kelurahan Karasak turun," katanya.

Untuk antisipasi adanya stunting kembali di wilayahnya, dr. Riyanti saat ini telah menggalakkan program Chating yang artinya pencegahan stunting. Pada program tersebut, para warga diminta turut aktif dilingkungan dan melaporkan jika didapati anak yang alami stunting.

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved