MUI Kabupaten Sukabumi Soroti Video Tak Senonoh yang Viral, Tidak Sesuai dengan Budaya yang Religius

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi menyebut joget tak senonoh yang viral dan beredar di perpesanan grup telah mendegradasi umat Islam.

Penulis: Dian Herdiansyah | Editor: Giri
TRIBUNJABAR.ID/DIAN HERDIANSYAH
Tangkapan layar viral di media sosial pesta joget-jogej atau goyang tak senonoh diduga di Sukabumi. Pemerintah Kecamatan Kadudampit Kabupaten Sukabumi mengaku tidak mengetahui adanya kegiatan tersebut. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi menyebut joget tak senonoh yang viral dan beredar di perpesanan grup telah mendegradasi umat Islam. 

Sekertaris Umum MUI Kabupaten Sukabumi, Ujang Hamdun, mengatakan, joget tak senonoh tersebut tidak sesuai dengan cita-cita Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang telah dicantumkan dalam rencana pembangunan jangka menengan daerah (RPJMD). 

"Mohon maaf, itu tidak sesuai dengan budaya masyarakat Sukabumi yang religius. Apalagi 90 persen di Sukabumi ini muslim," ucap Ujang Hamdun kepada Tribunjabar.id, Sabtu (13/8/2022).

"Apalagi melihat RPJMD Kabupaaten Sukabumi, sebagaimana visi-misi bupati saat ini menjadikan Sukabumi yang religius," ucapnya.

Pihaknya bersama dengan ormas Islam telah berkoordonasi dan melakukan pembahasan untuk menemukan lokasi kegiatan tersebut digelar

"MUI sudah melakukan pembahasan internal dengan komisi amar makruf nahi mungkar, komisi hukum MUI dan MUI Kecamatan Cisaat, juga koordinasi dengan ormas Islam. Insyaallah Senin mudah-mudahan ada sedikit info hasil lapangan," unkap Ujang Hamdun.

Baca juga: BERITA VIRAL Goyang Tak Senonoh Diduga di Sukabumi, Camat Kadudampit Mengaku Tak Tahu

Pihaknya juga meminta kepada kepolsian dan satpol PP segera ambil langka untuk menciptakan Sukabumi yang berkah dan bermartabat.

"Kami minta segera diselediki dan ungkap. Ini jelas sangat bertentangan dengan visi-misi pemerintah dan norma hukum masyarakat," ucap Ujang Hamdun

Ormas Islam di Sukabumi meradang setelah melihat video joget tak senonoh yang diiringi lagu DJ. 

Bahkan dalam kegiatan tersebut, seolah dalam pandangan ormas adanya kampanye kebebasan yang tidak seseuai norma kehidupan.

Ketua Organisasi Masyarakat Laskah Fii Sabilillah, Abi Kholil Asubki, geram melihat video tersebut.

"Mirisya, hingga seperti itu, saya kira ini sangat mencerdrai norma-norma dalam kehidupan yang ada. Khususnya di Sukabumi," ujarnya, Jumat (12/8/2022).

"Ini dapat merusak moral generasi bangsa, terutama di Sukabumi. Kami sebagai warga Sukabumi tidak terima Sukabumi dikotori dengan acara-acara tidak senonoh seperti itu," tuturnya.

"Kemudian jika dilihat dari tulisan yang ada "culture night life", seperti adanya kampanye menginginkan kebebasan budaya gemerlap malam yang notabene ditolak oleh masyarakat besar," kata Abi.

Baca juga: Viral Pesta Goyang Tak Senonoh di Sukabumi, Camat Kadudampit dan Polisi Tak Mendapat Pemberitahuan

Pihaknya juga meminta agar pengelola atau manajemen acara tersebut dapat diberi sanksi karena dianggap telah menyelenggarakan acara di luar norma sosial. 

"Kalau itu benar di Sukabumi berarti pengawasan tempat hiburan atau hotel kurang. Kami berharap pihak terkait menyelidiki di mana acara tersebut dilaksanakan dan memanggil pihak manajemen untuk dimintai keterangan dan diberi sanksi, apabila perlu izinnya dicabut," tegas dia. (*) 

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved