Jawa Barat Sasaran Empuk Pasar Pakaian Bekas, Mendag: Diimpor Melalui Pelabuhan Tikus

Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan, menyebut bahayanya pakaian bekas impor terhadap pasar industri kecil menengah.

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Hermawan Aksan
Tribun Jabar
Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan saat diwawancara Tribun Jabar.id, di PT Kwalram Indonesia, Cimanggung, Sumedang, Jawa Barat, Sabtu (13/8/2022). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Menteri Perdagangan (Mendag) RI, Zulkifli Hasan, menyebut bahayanya pakaian bekas impor.

Pakaian bekas yang diimpor dapat merusak pasar industri kecil menegah (IKM) yang bergerak di bidang tekstil.

"Pakaian itu enggak pakai pajak. Atau izin impornya satu tapi ngimpornya 10," kata Zulkifli Hasan saat berkunjung ke Cimanggung, Sumedang, Sabtu (13/8/2022).

Zulhas, sapaan Zulkifli Hasan, mengatakan bahwa Jawa Barat termasuk pasar yang empuk untuk dijejali pakaian bekas.

Baca juga: Sultan Andara Bertemu Mendag, Raffi Ahmad Kalah Ditantang Main Tenis oleh Zulhas: Milenial Kolonial

Musababnya, penduduk Jawa Barat terbilang banyak.

"Mereka itu kan masukkan pakaian bekas ke pelabuhan tikus di Tarakan, untuk dikirim ke Jawa."

"Jawa itu, kan, ya, Jawa Barat, belum lagi Jawa Tengah dan Jawa Timur," kata Zulhas.

Baru-baru ini, Mendag menghanguskan pakaian bekas impor di Karawang, Jawa Barat.

Zulhas mengatakan, upaya menolak pakaian bekas impor adalah juga upaya Kemendag melindungi pasar IKM dalam negeri.

Di kawasan industri tekstil di Cimanggung, Zulhas berdialog dengan PT Kewalram, dijembatani Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API)

Nia Alamanda, Head of Government & Industry Relations API, mengatakan selain dialog, ada pula gunting pita pelepasan ekspor.

"Dengan dialog dan pelepasan ekspor itu, diharapkan pelaku industri tekstil dapat semakin semangat, berkembang, dan berkontribusi untuk kemajuan perdagangan dan perekonomian nasional," katanya di tempat yang sama. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved