HIJRAH Beralih Dari Maksiat Kepada Taat

Dua Makna Hijrah, Hijrah hissi, yaitu berpindah tempat, yaitu berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam atau berpindah dari negeri yang banyak fitna

Inisiatif Zakat Indonesia
Inisiatif Zakat Indonesia 

Oleh : Dr. H. Agus Setiawan, Lc., MA
(Dewan Pengawas Syariah Inisiatif Zakat Indonesia)

TRIBUNJABAR.ID, Dua Makna Hijrah, Hijrah hissi, yaitu berpindah tempat, yaitu berpindah dari negeri kafir ke negeri Islam atau berpindah dari negeri yang banyak fitnah ke negeri yang tidak banyak fitnah. Ini adalah hijrah yang disyariatkan.

Hijrah maknawi (dengan hati), yaitu berpindah dari maksiat dan segala apa yang Allah larang menuju ketaatan.

Manusia tak luput dari salah. Terjatuh dalam maksiat. Namun Rasulullah saw menjelaskan bahwa yang paling terbaik adalah orang yang paling banyak bertaubat.

كُلُّ ابْنِ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
“Setiap manusia pernah berbuat salah. Namun yang paling baik dari yang berbuat salah adalah yang mau bertaubat.”
(HR. Tirmidzi no. 2499; Ibnu Majah, no. 4251)

Makna Tawwabuun أَيْ الرَّجَّاعُونَ إِلَى اللَّهِ بِالتَّوْبَةِ مِنْ الْمَعْصِيَةِ إِلَى الطَّاعَةِ .
“Orang yang mau kembali pada Allah dari maksiat menuju ketaatan.“
Artinya, mau berhijrah dari maksiat dahulu menjadi lebih baik saat ini

Bahaya Maksiat
1. Kekosongan hati
Seorang pendosa akan mengalami kesepian dalam hatinya, yaitu antara dirinya dan Allah swt. Rasa kesepian ini pun akan menimpa dirinya dalam aspek hubungan sosial terutama terkait hubungannya dengan orang-orang baik.

2. Ditimpa kesulitan hidup
Seorang pendosa akan ditimpa berbagai urusan yang membuatnya merasa sulit dalam mengarungi kehidupan. Dia merasa dosa-dosa yang telah dilakukannya bukanlah faktor yang mempersulit, karena dia cenderung merasa bahwa perkara itu memang sulit diatasi. Padahal kemaksiatan itulah yang membuat hidupnya selalu ditimpa kesulitan.

3. Terjerumus dalam dosa
Maksudnya adalah, orang yang melakukan dosa akan terus terarah pada perbuatan buruk yang lain. Singkatnya, dosa akan membawa pada dosa.

4. Menyebabkan bencana gempa
Perbuatan dosa yang dilakukan akan menimbulkan sikap berlebih-lebihan pada diri manusia dan bisa memicu terjadinya bencana gempa bumi.

Dan masih banyak lagi bahaya maksiat bagi pribadi maupun masyarakat. Karena itulah dalam momentum tahun baru hijriyah ini, hendaklah kita hijrah. Beralih dari maksiat kepada taat.

Wallahu Alam

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved