Bayi Gizi Buruk Meninggal Jadi Kejadian Luar Biasa, Ternyata Ada 7.750 Balita Stunting di Cianjur

Mengantisipasi biaya berobat anak gizi buruk ke depan, semua anak yang berada di bawah garis merah atau gizi kurang akan didorong buat BPJS

Tribun Jabar/ Ferri Amiril Mukminin
Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Cianjur Teni Herawati 

Laporan Wartawan TribunJabar.id, Ferri Amiril Mukminin

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur menyebut meninggalnya balita gizi buruk sebagai kejadian luar biasa.

Semua pihak harus bertanggung jawab tak hanya dinas kesehatan.

Data saat ini ada 65 kasus balita gizi buruk di Cianjur dan 44 di antaranya sudah pernah dirawat di rumah sakit. Untuk balita gizi kurang ada 2.536 dari total 195.088 balita yang ada di Cianjur.

Baca juga: 4 Bulan Terakhir Ada 2 Anak Gizi Buruk Meninggal di Cianjur, Terakhir Bayi Amira yang Baru 7 Bulan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Cianjur, dr Irvan Nur Fauzy, mengatakan untuk mengantisipasi biaya berobat anak gizi buruk ke depan, semua anak yang berada di bawah garis merah atau gizi kurang akan didorong atau dibuatkan BPJS.

"Antisipasi ke depan, kami akan mendorong semua anak yang terindikasi di bawah garis merah atau gizi kurang akan didorong orangtuanya untuk membuat BPJS," ujar Irvan di Kantor Dinkes Cianjur, Jumat (12/8/2022).

Irvan mengatakan, hal tersebut dilakukan untuk mengantisipasi ketidakmampuan para orangtua untuk berobat agar tidak ada alasan lagi memeriksakan secara rutin anaknya ke posyandu.

"Saya maklumi masih banyak warga yang anaknya gizi kurang atau di bawah garis merah masih pikir-pikir untuk berobat dengan alasan biaya, maka dari itu saya akan daftarkan semua anak gizi kurang ke BPJS," katanya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Cianjur, Teni Herawati, mengatakan gizi buruk merupakan kejadian luar biasa yang ada di masyarakat, karena itu semua sektor harus bertanggung-jawab tak hanya Dinkes. Gizi Buruk terjadi tidak tiba-tiba tapi ada proses awal yang harus diperhatikan dan dipecahkan solusinya.

Baca juga: INNALILLAHI Bayi Gizi Buruk di Cianjur Itu Meninggal Dunia, Sang Ibunda Ungkap Kebaikan Bidan

"Di antaranya sosial ekonomi rendah, pendidikan, minimnya pengetahuan bagaimana makanan asupan, tingkat kesulitan akses kesehatan, daya beli, infrastruktur, dan lainnya," ujar Teni.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved