Tugasnya Penuh Risiko, Ratusan Jurnalis Ikuti Pelatihan Sadar Risiko Bencana dari JQR di Garut

Seratus wartawan dari berbagai media se-Jabar mendapat pelatihan sadar risiko bencana yang digelar oleh Jabar Quick Response (JQR), Kamis (11/8/2022)

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Darajat Arianto
TRIBUNJABAR.ID/SIDQI AL GHIFARI
Seratus wartawan dari berbagai media se-Jabar mendapat pelatihan sadar risiko bencana yang digelar oleh Jabar Quick Response (JQR), Kamis (11/8/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Seratus wartawan dari berbagai media se-Jawa Barat mendapat pelatihan sadar risiko bencana,  Kamis (11/8/2022).

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Jabar Quick Response (JQR) bertujuan agar para wartawan mendapat pemahaman menjaga keselamatan diri saat melakukan tugas jurnalistik di wilayah bencana.

Ketua Pelaksana Kegiatan Workshop Jurnalis sekaligus Manajer Media Data dan Informasi JQR, Aditya Sanggaputra mengatakan kegiatan  yang diselenggarakan dua hari itu, berupa materi dan praktek lapangan.

Hal itu menurutnya sangat penting terutama bagi keselamatan para awak media saat meliput di wilayah bencana.

Baca juga: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi gelar Outbound Risk Mitigation (ORM).

"Kegiatan ini ikhtiar kita untuk memberikan pemahaman lebih tentang kesadaran dan keselamatan di lokasi bencana dan tentu dapat menunjang rekan-rekan jurnalis saat bertugas," ujarnya.

Ia menuturkan para jurnalis yang mengikuti kegiatan tersebut juga diberi pengetahuan soal cara menggunakan alat-alat yang berhubungan dengan kebencanaan.

Hal itu menurutnya bisa menjadi penyeimbang bagi jurnalis saat sedang menggali informasi di lapangan dengan tetap memperhatikan keamanan dan keselamatan jiwa.

"Sehingga ketepatan dan kecepatan mencari informasi dapat tersampaikan kepada masyarakat dengan baik tanpa mengesampingkan keselamatan jurnalis di lapangan," ucapnya.

Wakil Bupati Garut Helmi Budiman mengatakan selain memperkuat skill peliputan, para jurnalis diharapakan bisa memperkuat mitigasi bencana.

Baca juga: Antisipasi Ancaman Bencana Alam Hidrologi, Jawa Barat Masifkan Penghijauan di Lahan Kritis

Sehingga tidak hanya meliput, jurnalis juga menurutnya bisa berperan lebih termasuk dalam proses pemulihan pasca terjadinya bencana.

"Harapan saya ini dapat memperkuat mitigasi, kemudian juga memperkuat keahlian daripada jurnalis, khusus mungkin ada hal-hal khusus yang terkait dengan bencana," ucapnya. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved