Tim Penyidik Kejari Garut Geledah Kantor DPRD Garut, Dugaan Korupsi Biaya Operasional

Kepala Kejari Garut, Neva Sari Susanti, mengatakan penggeledahan itu untuk melengkapi gelar perkara dugaan korupsi di ruangan Sekretaris DPRD Garut

Tribun Jabar/Sidqi Al Ghifari
Tim penyidik dari Kejari Garut menggeledah ruangan Sekretaris DPRD Kabupaten Garut, Rabu (10/8/2022). Penggeledahan itu perihal dugaan kasus korupsi yang terjadi di lingkungan DPRD Garut. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT- Tujuh orang tim penyidik Kejaksaan Negeri Garut menggeledah gedung DPRD Kabupaten Garut, Rabu (10/8/2022) siang.

Pantauan Tribunjabar.id, tim penyidik memulai penggeledahan di ruangan Sekretaris DPRD berlanjut ke seluruh ruangan.

Penggeledahan berlangsung lima jam, dimulai sejak pukul 09.00 WIB hingga pukul 14.00 WIB.

Penggeledahan itu perihal dugaan kasus korupsi yang terjadi di lingkungan DPRD Garut yang sedang ditangani kejaksaan, yaitu kasus penyelewengan dana kunjungan kerja atau reses dan biaya operasional dewan.

Kepala Kejari Garut, Neva Sari Susanti, mengatakan penggeledahan tersebut untuk melengkapi gelar perkara yang sudah dilakukan.

"Terkait perkara tindak pidana korupsi biaya operasional dan reses, kerugian negara mencapai Rp 1,2 miliar," ujarnya saat memberikan keterangan di Kejari Garut.

Baca juga: Situs Kejari Garut Sudah Pulih, Tim Cyber Mabes Polri dan Kejagung Buru Peretas Website Kejari Garut

Ia menyebut Kejari Garut masih melakukan pemanggilan terhadap seluruh anggota dewan termasuk ketua DPRD Garut.

Ada 30 anggota dewan yang sudah memenuhi panggilan terkait kasus tersebut, pemanggilan akan terus dilakukan dalam beberapa waktu ke depan.

Penggeledahan tersebut, menurutnya, untuk mengambil berkas-berkas yang tidak diserahkan ke kejaksaan. Kejari Garut mencari petunjuk baru dalam berkas yang disita.

"Penggeledahan ini juga intinya kita ambil berkas-berkas, surat-surat dokumen terkait dan petunjuk lainnya, untuk nanti disampaikan di pengadilan, untuk menentukan siapa yang betul-betul bersalah," kata Neva Sari Susanti.

Neva menuturkan Kejari Garut tidak akan mundur dalam penanganan perkara tersebut. Penggeledahan hari ini, ucapnya, nya sebagai jawaban dari harapan masyarakat Garut agar kejaksaan profesional  dalam penegakan hukum.

"Intinya kami akan terus mengawal kasus ini," ujar Neva Sari Susanti.

Baca juga: Situs Kejari Garut Diretas, Tim IT Kejari dan Hacker Adu Kekuatan, Terkait Kasus Brigadir J?

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Garut, Yosef, yang menjadi kepala dalam penyidikan perkara tersebut mengatakan Kejari Garut segera mengumumkan tersangka.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved