Cerobong Pabrik Peleburan Logam yang Hujani Warga KBB dengan Abu Batu Bara Tak Sesuai Spesifikasi

Dinas Lingkungan Hidup akan mengawasi pabrik tersebut karena mencemari warga sekitar.

Penulis: Hilman Kamaludin | Editor: taufik ismail
TRIBUNJABAR.ID/HILMAN KAMALUDIN
Seorang warga saat menunjukkan abu batu bara yang kerap menghujani rumah mereka dari pabrik peleburan logam di Kampung Cibingbin, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Rabu (10/8/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Hilman Kamaludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG BARAT - Cerobong asap yang digunakan pabrik peleburan logam untuk mengeluarkan abu batu bara di Kampung Cibingbin, Desa Laksanamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) dinilai belum memenuhi standar.

Akibatnya, rumah warga di Kampung Cibingbin RT 3 dan 6, RW 4 dengan total sekitar 70 KK kerap dihujani abu batu bara hingga mereka merasakan dampak buruk seperti sesak napas, batuk, pilek, hingga mengalami gangguan pencernaan.

Kepala Seksi Penyelesaian Sengketa dan Penaatan Hukum Lingkungan, Dinas Lingkungan Hidup KBB, Rudi Sutendi mengatakan, berdasarkan hasil verifikasi, bahwa cerobong asap yang digunakan pabrik tersebut belum memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan pemerintah. 

"Katanya masih dalam rangka uji coba, tapi sudah kami arahkan kalau nanti membangun cerobong yang baru harus melibatkan ahli yang kompeten untuk perencanaan, bukan cerobong asal-asalan yang dibuat," ujarnya saat dihubungi, Rabu (10/8/2022) 

Terkait hal tersebut, pihaknya sudah membahas temuan dari hasil verifikasi tersebut dan menyampaikan surat arahan terhadap pengelola pabrik untuk menyelesaikan segala bentuk dugaan pelanggaran. 

"Sekarang baru pada tahap penyampaian surat arahan untuk pabrik itu, di surat arahan ada beberapa poin yang harus ditaati dan ditindaklanjuti pabrik termasuk aduan soal pencemaran dari cerobong asap," kata Rudi. 

Ia mengatakan, untuk saat ini pihaknya masih menunggu tindaklanjut dari surat arahan tersebut, kemudian jika nantinya diabaikan, pihaknya akan melakukan verifikasi ulang berdasarkan aduan masyarakat. 

"Kalau terus ada tekanan dari warga, atas dasar itu maka kami akan verifikasi ulang," ucapnya.

Untuk saat ini, kata dia, pengelola pabrik yang bergerak pada peleburan logam itu masih dalam pengawasan dari DLH KBB, kemudian jika nantinya ditemukan ada pelanggaran aturan, maka pihaknya akan memberikan sanksi.

Sementara terkait dampak dari adanya abu batu bara yang kerap menghujani permukiman warga, pihaknya sudah menerima aduan dan sudah melakukan verifikasi ke lapangan.

"Kami sudah menerima aduan dari masyarakat terkait dugaan pencemaran dari pabrik itu," kata Rudi.

Baca juga: Dampak Buruk Hujan Abu Batu Bara dari Pabrik Peleburan Logam, Warga KBB Alami Sesak Nafas

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved