Waspada Kebakaran Hutan di Sumedang, Ini Hal-hal yang Bisa Picu Karhutla, Termasuk Ulah Iseng

Gunung Masigit Kareumbi masuk peta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai daerah rawan kebakaran hutan

Penulis: Kiki Andriana | Editor: Seli Andina Miranti
RAGIL WISNU SAPUTRA
ILUSTRASI - Blok Helem di Kampung Ciawitali, Desa Nagreg Kendan yang masih dalam kawasan Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi, Kabupaten bandung, terbakar, Senin (26/10/2015). 

Laporan Kontributor TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana

TRIBUNJABAR.ID, SUMEDANG - Gunung Masigit Kareumbi di Sumedang telah beberapa kali mengalami kebakaran hutan.

Daerah ini memang masuk peta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) sebagai daerah rawan.

Selain Kareumbi di Kecamatan Sumedang Selatan, BPBD juga mewaspadai daerah lain seperti Kecamatan Ujung Jaya, Tomo, Jatigede, dan Buah Dua.

Baca juga: Kemarau, 12 Desa di Sumedang Rawan Kebakaran Hutan dan Lahan, BPBD Buat Penyekat Api di Hutan

Lantas, apa yang biasanya menyebabkan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla)?

Kepala Seksi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kabupaten Sumedang, Adang mengatakan bahwa sejumlah hal yang dilakukan oleh manusia bisa menjadi pemicu karhutla.

"Biasanya orang sering buka lahan untuk pertanian dengan cara dibakar," kata Adang kepada TribunJabar.id, Senin (8/8/2022).

Selain orang membuka lahan, ada pula yang disebut Adang sebagai orang iseng.

"Kemudian orang iseng pergi ke hutan, buang puntung rokok," katanya.

Adang mengatakan ada jam rawan Karhutla. Yakni, ketika sore hari sampai malam.

Pada waktu-waktu ini, angin senantiasa berembus sehingga jika ada percikan api, percikan itu diperbesar oleh hembusan angin.

Baca juga: Sepanjang 2022 Ada 99 Kasus Kebakaran di Kota Bandung, Ternyata Penyebabnya Ada Karena Puntung Rokok

BPBD mengimbau masyarakat umumnya dan yang tinggal di sekitar hutan untuk sama-sama menjaga hutan.

"Saya mohon masyarakat sama-sama menjaga. Janganlah sekali-kali buka lahan dengan dibakar,"

"Teman-teman kita para pendaki gunung, jangan buat tungku untuk bakar-bakaran di hutan, jika pun membuat itu, pastikan api padam sebelum ditinggalkan," katanya

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved