Qyara Maharani Paskibraka asal Garut Dipanggil Kembali ke Istana, Dapat Tugas Penting Ini

Qyara Maharani Putri (18) gadis Garut yang pernah bertugas menjadi Paskibraka pada upacara HUT ke-76 RI dipanggil kembali bertugas di Istana Negara.

Penulis: Sidqi Al Ghifari | Editor: Giri
Tribun Jabar / Sidqi Al Gifari
Qyara Maharani Putri yang bertugas sebagai pembawa baki berisi bendera merah putih untuk diantarkan ke Presiden RI Joko Widodo pada upacara penurunan bendera pada HUT ke-76 RI pada 2021. Dia akan mendapat tugas lagi dalam rangkaian HUT ke-77 RI. 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Garut, Sidqi Al Ghifari

TRIBUNJABAR.ID, GARUT - Qyara Maharani Putri (18) gadis Garut yang pernah bertugas menjadi Paskibraka pada upacara HUT ke-76 RI dipanggil kembali bertugas di Istana Negara.

Ia mendapat tugas penting dalam rangkaian memperingati HUT ke-77 RI. Dia menjadi bagian pasukan yang bertugas dalam Kirab Sang Saka Merah Putih.

"Ini sebuah kehormatan buat saya sendiri, alhamdulillah dan enggak nyangka dipanggil kembali buat tugas di rangkaian acara HUT ke-77 RI nanti," ujar Qyara saat diwawancarai Tribunjabar.id melalui sambungan telepon, Senin (8/8/2022).

Ia menuturkan tugasnya dalam kirab tersebut yaitu mengantarkan kembali sang saka merah putih dari Istana Negara ke Monumen Nasional (Monas) setelah upacara penurunan selesai.

Sementara orang yang bertugas mengantarkan sang saka merah putih dari Monas ke Istana Negara diemban oleh Ardelia Muthia Zahwa.

Baca juga: Masih Ingat Qyara, Paskibraka Nasional Asal Garut? Kini Jadi Duta Pancasila, Ingatkan Bahaya Komunis

Ardelia merupakan pembawa baki pada saat pengibaran sang saka merah putih dalam Paskibraka 2021.

Qyara sendiri merupakan pembawa baki pada upacara penurunan sang saka merah putih Paskibraka 2021.

"Tugas intinya itu saya ke bagian sore, mengantarkan kembali bendera pusaka dengan teks proklamasi," ucapnya.

Dari 68 orang pasukan yang bertugas pada 2021, hanya empat orang yang dipanggil kembali untuk terlibat dalam tugas negara itu. 

Qyara Maharani Putri saat bertugas membawa bendera untuk diserahkan ke Presiden Joko Widodo pada upacara penurunan bendera di Istana Negara, 17 Agustus 2021.
Qyara Maharani Putri saat bertugas membawa bendera untuk diserahkan ke Presiden Joko Widodo pada upacara penurunan bendera di Istana Negara, 17 Agustus 2021. (Tangkapan Layar Tribun Jabar)

Mereka adalah Qyara Maharani Putri asal daerah Garut,  Ardelia Muthia Zahwa asal Medan, Valentina Dyastika asal Bali, dan Irene Odelia Astono asal Singkawang.

Qyara mengatakan hal tersebut merupakan kebanggan baginya, terutama untuk mengharumkan kembali nama Kabupaten Garut.

"Ini merupakan menyemangat juga dan harus jadi kebanggan Garut lagi, jarang-jarang dipanggil ke Istana dua kali," ucapnya.

Baca juga: Jangan Lihat Mata Presiden Jokowi Cerita Qyara Paskibra Asal Garut saat Upacara di Istana Merdeka

Ibunda Qyara,Ocha Rosanty mengatakan anaknya itu akan berangkat pada10 Agustus tujuan Wiladatika Cibubur untuk melakukan berbagai persiapan.

Ia menuturkan tidak menyangka anaknya itu kembali mendapat tugas penting.

"Alhamdulillah dipercaya kembali, ini rezekinya anak ya. Yang jelas mohon doa buat seluruh masyarakat Garut untuk kelancaran semuanya," ujarnya. (*)

  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved