Murid SDN Banjarsari Sempat Ngampar saat Belajar, Bupati Subang Minta Maaf, Ngaku Tak Punya Anggaran

Ruhimat mengatakan, Pemkab Subang bukannya tidak peduli dengan pendidikan, tapi memang tidak punya anggaran.

Penulis: Ahya Nurdin | Editor: Seli Andina Miranti
Tribun Jabar/Ahya Nurdin
Bupati Subang, Ruhimat, saat mengunjungi SDN Banjarsari, guna memastikan para siswa tak belajar ngampar lagi, Sabtu (7/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, SUBANG - Bupati Subang H Ruhimat akhirnya mengunjungi SDN Banjarsari yang ada di Desa Cirangkong, Kecamatan Cijambe, Kabupaten Subang.

Sekolah yang ada di kabupaten yang ia pimpin itu belakangan menjadi perbincangan setelah kisah murid-muridnya yang bertahun-tahun belajar di lantai karena sekolah tak punya kursi dan meja tersiar di media massa.

Saat Bupati akhirnya berkunjung ke sana, Sabtu (6/8/2022) lalu, murid-murid sudah tak lagi belajar di lantai seperti yang masih terlihat beberapa hari sebelumnya.

Baca juga: Bupati Subang Minta Maaf, Akhirnya Kunjungi SDN Banjarsari, Pastikan Proses Belajar Normal

Murid-murid sudah belajar dengan kursi dan meja yang baru. Sebagian dikirim Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) segera setelah kisah duka murid-murid itu tersiar.

Sebagian dikirim sehari kemudian oleh PT Dahana, BUMN yang bergerak di sejumlah bidang, salah satunya bahan peledak.

Bupati mengatakan, kunjungannya adalah untuk memastikan bahwa kegiatan belajar dan mengajar di SD tersebut sudah berjalan dengan baik.

"Alhamdulillah, anak-anak sudah bisa belajar normal dan tidak ngampar lagi. Ruang kelas 4,5, dan 6 kini sudah ada kursi dan mejanya dari Disdikbud dan sumbangan PT Dahana," kata Ruhimat di sela-sela kunjungannya ke SDN Banjarsari.

Ruhimat mengatakan, Pemkab Subang bukannya tidak peduli dengan pendidikan, sehingga ada sekolah yang murid-muridnya terpaksa ngampar karena tak punya meja dan kursi.

Pemkab, ujarnya, memang tidak punya anggaran.

"Anggaran dua tahun terakhir, konsentrasinya untuk penanganan Covid-19, tak bisa digunakan untuk yang lain," ujarnya.

"Anggaran tahun ini, kita peruntukan untuk mengangkat 1.700 guru honor menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK, sehingga sangat mengikis anggaran," lanjutnya.

Baca juga: Murid-murid SDN Banjarsari Riang, Kembali Dapat Bantuan Kursi dan Meja, Tak Lagi Ngampar Belajar

Pengangkatan PPPK ini, ujarnya, juga untuk meningkatkan kualitas mutu pendidikan di Kabupaten Subang.

"Saya ingin dengan pengangkatan guru PPPK supaya anak bangsa anak-anak hari esok kualitas pendidikan supaya lebih baik," tuturnya.

Ruhimat mengatakan, sebenarnya penganggaran untuk alat-alat seperti halnya bangku meja sekolah itu telah mereka lakukan tahun ini.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved