Cekcok Karyawan vs Ojol Gara-gara Saling Senggol dan Sulit Didamaikan, Bikin Dedi Mulyadi Naik Pitam

Anggota DPR RI Dedi Mulyadi kembali naik pitam. Kali ini ia kesal karena melihat cekcok antara seorang karyawan

Editor: Ichsan
dok.dedi mulyadi
Cekcok Karyawan vs Ojol Gara-gara Saling Senggol dan Sulit Didamaikan, Bikin Dedi Mulyadi Naik Pitam 

TRIBUNJABAR.ID - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi kembali naik pitam. Kali ini ia kesal karena melihat cekcok antara seorang karyawan dengan pengemudi ojek online (ojol) sulit didamaikan karena keduanya terus beradu argumen.

Kejadian bermula saat Kang Dedi Mulyadi baru pulang dari undangan warga. Di jalan ia melihat kerumunan yang ternyata sedang terjadi cekcok antara karyawan sebuah pabrik bernama Bobby dan seorang pengemudi ojol bernama Budi.

Rupanya keduanya terlibat saling senggol di jalan tepatnya di sekitar stopan STS Sadang Purwakarta. Saat itu Budi yang mengendarai motor matic akan mengambil orderan makanan di STS Sadang. Sementara dari arah berlawanan Bobby yang mengendarai motor sport baru saja pulang kerja.

Budi mengatakan saat itu lampu stopannya sudah hijau sehingga ia maju. Sementara motor Bobby yang lampu stopannya sudah merah terus nyelonong maju mengikuti kendaraan lain. Hingga akhirnya motor Budi pun ditabrak oleh Bobby.

Baca juga: Dulu Dikenal Rekan Kerja Paling Galak di Pabrik, Kini Pak Endo Menangis Saat Dijenguk Dedi Mulyadi

Tak sampai di situ, Budi menyebut Bobby kabur tanpa basa-basi apalagi minta maaf. Budi pun kesal dan mengejar Bobby hingga harus merelakan orderannya di-cancel konsumen.

“Saksi banyak, Pak. Saya maunya diselesaikan dulu jangan kabur begitu, mau di polisi juga ayo. Saya pinginnya ngobrol dulu, minimal basa-basi,” ujar Budi dengan nada kesal.

Bobby pun tamppak kesal karena stang motornya rusak akibat ditendang Budi. Budi beralasan ia kesal karena Bobby tak mau berhenti saat dimintai tanggung jawab.

Kang Dedi pun meminta keduanya memperlihatkan SIM dan STNK. Saat diperiksa hanya Budi sebagai pengemudi ojol yang bisa memperlihatkan lengkap. Sementara Bobby hanya bisa menunjukkan STNK dengan alasan SIM-nya hilang.

“Ini kenapa plat nomor gak dipasang, knalpot juga brong (tidak sesuai standar), SIM juga gak ada. Salah gak?,” ujar Dedi saat melihat motor sport milik Bobby.

Baca juga: Cerita Tentang Buah Hati dan Ditolak Kerja karena Tato, Anak Punk Menangis di Pelukan Dedi Mulyadi

Ia pun meminta Bobby mendengarkan suara knalpotnya yang bising. Hal tersebut pun mendapat dukungan dari warga sekitar yang rupanya kesal jika mendengar suara motor bising.

“Sekali-kali ngukur perasaan orang lain. Peurih teu kanu ceuli? Aing ge sarua, peurih (Perih gak telinga? Saya juga sama, perih). Saya tuh paling benci dengar knalpot begini,” ujar Kang Dedi seraya heran mendengar alasa Bobby mengaku sengaja menggunakan knalpot tersebut agar tidak ngantuk di jalan.

Pria yang identik dengan iket putih ini kemudian menasihati Budi agar sama-sama tidak terbawa napsu apalagi hingga menendang motor Bobby. Sebab hal tersebut bisa berbuntut panjang. Terlebih dikhawatirkan Budi ‘salah sasaran’ jika yang ditendangnya adalah motor preman atau penjahat yang bisa berbalik membahayakan nyawa.

“Sudah sekarang dua-duanya saling mengikhlaskan, saling memaafkan,” ujar Kang Dedi.

Budi pun langsung meminta maaf menghampiri Bobby. Budi langsung meraih tangan Bobby untuk meminta maaf. Melihat hal itu Dedi pun langsung memberikan sejumlah uang kepada Budi sebagai pengganti orderan dan memperbaiki motornya yang bekas ditabrak.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved