Komunitas Motor Gede Gazkeun MC Kunjungi Pindad, Ini yang Mereka Lakukan

Gazkeun MC merupakan komunitas pemilik motor gede yang rata-rata adalah pengusaha.

Penulis: Tiah SM | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Tiah SM
Anggota komunitas Gazkeun MC saat mengikuti lomba menembak di PT Pindad. 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Tiah SM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Gazkeun MC, komunitas motor Harley Davidson, yang anggotanya terdiri dari para pengusaha melakukan kunjungan ke PT Pindad, Jumat (5/8/2022).

Ini dilakukan untuk menambah pengetahuan tentang cara menembak yang baik dan benar, sekaligus mengenal jenis-jenis senjata produksi Pindad.

Ketua Gazkeun MC Bonny Pratama mengatakan, kunjungan ini sebagai rasa bangga mereka kepada produk Indonesia.

"Anggota Gazkeun yang berjumlah 20 orang ada yang memiliki senjata buatan Pindad, makanya kami ingin melihat pabriknya," ujar Bonny usai lomba menembak.

Menurut Bonny, anggota Gazkeun MC memiliki senjata bela diri dan mengantongi izin resmi.

Setelah memegang senjata penting untuk mengetahui tentang teknik menembak dan penggunaan senjata yang aman makanya berkunjung ke Pindad.

Bonny mengatakan pemahaman tentang senjata api bela diri, akan selalu disosialisasikan dalam komunitas ini sebelum para anggotanya memiliki dan membeli senjata tersebut.

“Mereka pun harus berlatih menembak yang baik dan benar, sesuai prosedur untuk membela diri saat terancam, “ jelas Bonny.

Bonny bersama rombongan dari Jakarta ke Bandung konvoi motor gede, butuh waktu tujuh jam karena mengikuti aturan walau mendapat pengawalan dari polisi.

"Kami ingin menunjukan bahwa moge taat aturan, tak ada prioritas di jalan, semua di jalan raya sama," ujarnya. 

Gazkeun MC adalah komunitas yang terbentuk Oktober 2021 dan berkembang dengan berbagai kegiatan positif, baik kegiatan touring ke berbagai daerah maupun bakti sosial. 

Komunitas ini terus membangun citra bahwa pemilik moge dan juga pemilik senjata api bela diri adalah dua hal yang harus mengikuti prosedur aturan yang baik dan benar.

Sesuai aturan menurut Bonny izin senjata yang diberikan hanya untuk jajaran direktur sedangkan tingkat manajer tidak bisa.

"Untuk kalangan direktur juga tidak mudah dapat izin harus melalui berbagai seleksi, makanya dari 20 orang anggota Gazkeun belum seluruhnya memiliki senjata," ujarnya.

Senjata itu tidak boleh digunakan sembarangan dan hanya boleh dipakai dalam keadaan terdesak, terancam.

"Kami boleh gunakan senjata hanya untuk membela diri jika terancam, itu pun tidak boleh sampai membuat orang meninggal tapi harus melumpuhkan saja," ujar Bonny.

Sekretaris Perusahaan PT Pindad Krisna Cahyadianus mengatakan, lomba menembak antar anggota Gazkeun sebagai penghargaan karena telah membeli senjata jenis P3A untuk bela diri.

"Kami mengeluarkan senjata bela diri kepada kelompok yang sudah memiliki izin dari berbagai pihak dan sudah memenuhi syarat," ujar Krisna.

Baca juga: Buat Pecinta Off Road, Ini Kendaraan Terbaru Inovasi Pindad, Daya Tanjak 60%, Ini Spesifikasinya

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved