Kebakaran di Puskesmas Cikalong Kulon Ternyata Juga Hanguskan Bangunan Kecil Bank BRI

Micky Arizona mengatakan kobaran api yang melahap bangunan Puskesmas, merembet ke bangunan kantor perbankan milik pemerintah.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
Istimewa/Tangkapan layar video amatir warga
Pasien rawat inap di Puskesmas Cikalongkulon, Kabupaten Cianjur, sempat dievakuasi dan selamat dari peristiwa kebakaran, Sabtu (6/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kebakaran terjadi di Puskesmas Cikalongkulon, Cianjur, Sabtu (6/8/2022) pagi.

Kebakaran yang terjadi sekitar pukul 06:00 WIB itu membuat gudang obat hangus terbakar.

kebakaran di Puskesmas Cikalong Kulon di Kabupaten Cianjur, ternyata merembet ke bangunan Bank BRI yang terdapat di sampingnya, namun api hanya membakar sebagian gedung bank tersebut.

Personel Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Cianjur, Micky Arizona mengatakan kobaran api yang melahap bangunan Puskesmas, merembet ke bangunan kantor perbankan milik pemerintah.

Disebutkan Micky, bangunan yang terbakar merupakan gedung farmasi milik puskesmas berukuran 8x6 meter dan bangunan kantor milik bank pemerintah seluas 1x4 meter persegi.

"Untuk gedung farmasi ludes tak tersisa dilahap api. Sementara, bangunan kantor bank BRI yang terbakar hanya sedikit bagian belakang kantornya saja. Kerugian yang diderita pihak puskesmas mencapai Rp 2,5 miliar dan Bank BRI hanya berkisar Rp 2 juta," kata Micky, Minggu (7/8/2022).

Micky mengatakan, sebanyak tiga unit armada damkar berkekuatan 14 personel diterjunkan ke lokasi kejadian untuk melakukan pemadaman api.

"Proses pemadaman api memakan waktu 2 jam 30 menit karena sempat kesulitan sumber air. Kobaran api yang cepat membesar cukup menjadi kendala petugas saat penanganan," katanya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, dr Irfan Nur Fauzi mengatakan, peristiwa kebakaran itu diduga akibat korselting listrik yang terjadi di gedung farmasi.

Menurutnya, dalam gedung farmasi menyimpan banyak barang yang mudah terbakar sehingga api dengan cepat membesar.

"Dugaan sementara karena korsleting listrik. Kemungkinan dari pendingin ruangan (AC) yang terus menyala untuk menjaga suhu di dalam gudang farmasi ini. Tapi, ini hanya dugaan. Kita, masih menunggu hasil penyelidikan dari kepolisian dan pemadam kebakaran (Damkar)," kata Irfan.

Disebutkan Irfan, saat kebakaran terjadi terdapat dua orang pasien rawat inap dan satu ibu bersalin. Ketiganya dalam kondisi baik dan sudah mendapatkan penanganan dan pelayanan di ruangan yang lebih aman.

"Ketiga pasien dievakuasi ke ruangan yang lebih aman, kondisinya sangat baik. Kita juga pastikan layanan kesehatan, tetap berjalan normal," katanya.(fam) 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved