Penderitaan Siti Halimah Berakhir Sudah, Gadis 26 Tahun Itu 4 Tahun Dipasung, Dibawa ke RSJ Bogor

Kamis (4/8/2022), Halimah dibawa ke panti rehabilitasi medis dan perawatan di Rumah Sakit Jiwa di Bogor.

Penulis: Ferri Amiril Mukminin | Editor: Ravianto
ferri amiril/tribun jabar
Petugas saat melepas rantai di kaki Siti Halimah, warga Kampung Muara Cikadu, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur, Jumat (5/8/2022). 

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Penderitaan Siti Halimah (26) yang dipasung selama empat tahun berakhir sudah, warga Kampung Muara Cikadu, Kecamatan Cidaun, Kabupaten Cianjur ini dipasung tahun 2018 lalu karena sempat meresahkan warga.

Kamis (4/8/2022), Halimah dibawa ke panti rehabilitasi medis dan perawatan di Rumah Sakit Jiwa di Bogor.

Berawal dari laporan warga, Insan Sahate berinisiatif untuk membebaskan Halimah karena pemasungan sudah tidak diperbolehkan lagi dalam pengobatan mental gangguan kejiwaan.

Ketua Insan Sahate, Tatang, mengatakan, Halimah mengalami gangguan kejiwaan sejak tahun 2018, dan dipasung oleh keluarga karena sempat meresahkan.

"Sejak 2018, Halimah dipasung dan sudah dua kali dilepaskan. Namun, karena tidak diberi obat serta kontrol, sehingga Halimah kambuh dan kembali berulah," ujarnya, Jumat (5/8/2022).

Keresahan warga karena sehari-hari Halimah selalu membawa pisau berkeliaran di kampungnya, sehingga pihak keluarga kembali memasung.

Kini, Halimah kembali dibebaskan dengan dijemput dan dibawa ke RSJ di Bogor.

"Alhamdulillah Siti Halimah yang sudah bertahun-tahun dipasung, berhasil kita lepaskan, kita langsung bawa ke Rumah Sakit," ujarnya.

Tatang mengatakan, sampai saat ini masih banyak masyarakat yang dipasung pihak keluarga karena mengalami gangguan kejiwaan.

Sampai saat ini, kata dia, Insan Sahate telah membebaskan orang yang dipasung karena mengalami gangguan kejiwaan sebanyak 106.

"Halimah yang ke 106 yang dibebaskan dari pasung," katanya.

Tatang mengatakan, aktivitas Insan Sahate berawal dari keprihatinan terhadap maraknya orang dengan masalah kejiwaan di Kabupaten Cianjur.

"Awalnya kami bergerak secara individu dari daerah masing tanpa ada bekal pengetahuan tentang kesehatan jiwa hanya sebatas mengantar pasien dengan masalah kejiwaan ke RSUD Cianjur," katanya.(fam) 

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved