Vaksin Booster Syarat Masuk Tempat Umum, Warga Kabupaten Bandung Ramai-ramai Cari Gerai Vaksinasi

Menurut Wiwiet Widiastuti, vaksin booster atau vaksin dosis ketiga di Kabupaten Bandung baru mencapai 36,81 persen.

Tribun Jabar/Nazmi Abdurrahman
ILUSTRASI- Pemberian vaksin booster di Sudirman Grand Ballroom, Jalan Jenderal Sudirman, Kota Bandung, Rabu (26/1/2022). 

Laporan Wartawan Tribun Jabar, Lutfi Ahmad Mauludin

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG- Warga kembali ramai-ramai mencari gerai vaksinasi, setelah adanya pemberlakuan wajib vaksin booster atau dosis 3 untuk mengakses tempat umum, seperti mall dan lainnya.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung, Wiwiet Widiastuti, mengatakan saat ini prioritas booster kedua atau dosis ke-4 untuk SDM kesehatan lebih diprioritaskan, dan pelaksananya Rumah Sakit.

"Untuk bulan Agustus ini, puskesmas, selain tetap mengejar vaksinasi booster, 1, 2, dan 3, juga sedang melaksanakan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAN)," kata Wiwiet Widiastuti saat dihubungi melalui pesan singkatnya, Rabu (3/8/2022).

Menurut Wiwiet Widiastuti, vaksin booster atau vaksin dosis ketiga di Kabupaten Bandung baru mencapai 36,81 persen.

"Kami punya target 50 persen sampai akhir Agustus. Jadi sentra vaksin yang ada sekarang, prioritas melayani yang belum vaksin ke 1, 2, dan 3," kata Wiwiet Widiastuti.

Baca juga: Penukaran Tiket Pertandingan Persib Bandung di Yon Zipur Tak Ramai, Bisa Sekalian Vaksin Booster

Wiwiet mengatakan, sebelumnya, masyarakat mungkin merasa cukup hanya sampai vaksin dosis kedua saat sempat landai kasus Covid-19 dan adanya kebijakan relaksasi terhadap syarat-sarat akses pelayanan umum.

"Dengan adanya pemberlakuan kebijakan wajib dosis 3 untuk akses ke tempat-tempat umum, sudah banyak lagi warga yang mencari pelayanan vaksin booster," ujar Wiwiet Widiastuti.

Ia mengatakan, sosialisasi dan imbauan sudah dilaksanakan dengan melibatkan berbagai pihak, berbagai cara, dan di semua tingkatan.

Menurutnya, masyarakat mestinya mengerti manfaat vaksin booster apalagi melihat efeknya dalam penanggulangan Covid-19.

"Mungkin masyarakat kita, tetap masih perlu ada kebijakan yang ada punishment, secara sosial," ucapnya.

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved