Soal Pernikahan Anak, Posisi Cianjur Turun Jadi Peringkat Dua di Jabar, Terbanyak di Cianjur Selatan

Kabupaten Cianjur tak lagi paling tinggi persoalan pernikahan anak usia dini di Jabar dengan jumlah paling banyak terjadi di Cianjur selatan

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Forum Anak bersama Kabid Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Hj Tenty Maryanthy SPd MHum audiensi dengan Komisi D DPRD Cianjur, Rabu (3/8/2022). Kabupaten Cianjur tak lagi menempati posisi paling tinggi soal pernikahan anak usia dini di Jabar. Jumlah paling banyak kasus tersebut terjadi di Cianjur selatan. 

"Sebagai Forum yang dibentuk pemerintah kami ikut sosialisasi pencegahan pernikahan usia anak agar tercipta zero kawin anak dan zero kawin kontrak," katanya.

Grestine mengatakan pihaknya bekerjasama dengan Rumah Kitab, sebuah yayasan yang peduli di bidang pencegahan kawin anak di Cianjur.

Baca juga: Pernikahan Anak Naik Hampir 300 Persen Selama Pandemi Covid-19

"Kami juga sudah kedatangan perwakilan dan Universitas Oslo Norwegia lalu berdiskusi tentang perkawinan usia anak. Selain itu setiap ada kegiatan webinar kita selalu menyelipkan isu kawin kontrak dan kawin anak," katanya

Ia mengatakan, Forum Anak Daerah juga sempat studi ke lapangan ke daerah Sukanagara, Campaka dan Campaka Mulya, untuk mendengarkan langsung curhatan dari mereka yang dianggap telah melakukan perkawinan usia anak.

"Menurut undang-undang memang usia 19 tahun, tapi idealnya perempuan itu menikah minimal usia 21 tahun dan pria 25 tahun," katanya.

Forum anak berpendapat bahwa pernikahan usia anak merupakan bentuk kekerasan terhadap anak. (*)

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved