Soal Pernikahan Anak, Posisi Cianjur Turun Jadi Peringkat Dua di Jabar, Terbanyak di Cianjur Selatan

Kabupaten Cianjur tak lagi paling tinggi persoalan pernikahan anak usia dini di Jabar dengan jumlah paling banyak terjadi di Cianjur selatan

TRIBUNJABAR.ID/FERRI AMIRIL MUKMININ
Forum Anak bersama Kabid Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Hj Tenty Maryanthy SPd MHum audiensi dengan Komisi D DPRD Cianjur, Rabu (3/8/2022). Kabupaten Cianjur tak lagi menempati posisi paling tinggi soal pernikahan anak usia dini di Jabar. Jumlah paling banyak kasus tersebut terjadi di Cianjur selatan. 

Laporan wartawan Tribunjabar.id, Ferri Amiril

TRIBUNJABAR.ID, CIANJUR - Kabupaten Cianjur tak lagi menduduki papan atas persoalan pernikahan anak usia dini.

Dari persentase 80 persen kini angkanya menjadi 48,6 persen dan menduduki peringkat kedua terbanyak se-Jabar persoalan pernikahan anak.

Kasus pernikahan anak terpantau paling banyak di Cianjur selatan.

Kepala DPPKBP3A Heri Suparjo melalui Kabid Pemberdayaan Perlindungan Perempuan, Hj Tenty Maryanthy SPd MHum mengatakan sejak ada nomor 10 tahun 2010 dan Perbup 38 tahun 2021 tentang pencegahan kawin kontrak angka pernikahan anak bisa dicegah dan diminimalisir.

"Ternyata hal tersebut memberi efek, lalu upaya kami juga membentuk satgas pencegahan perkawinan usia anak," ujar Tentu, Rabu (3/8/2022) di kantor DPPKBP3A Cianjur, Jalan Pangeran Hidayatullah.

Tentu mengatakan, penyumbang angka usia perkawinan anak kebanyakan dari Cianjur selatan yang masih menjadi daerah yang rankingnya tinggi.

"Faktornya beragam dari tingkat pendidikan, desakan orangtua, ekonomi, lainnya budaya di daerah yang masih berpendapat bahwa perempuan mah nanti terkait diam di rumah dan di dapur," ujarnya.

Baca juga: Bupati Bandung Minta Kepala Desa dan Kader Posyandu Bantu Tekan Kasus Pernikahan Anak di Bawah Umur

Menurutnya, akibat dari perkawinan usia anak, memiliki efek domino kepada angka stunting dan IPM yang rendah.

"Pernikahan usia anak alat reproduksi belum maksimal sehingga rawan bayi lahir dengan berat badan rendah, juga rawan kasus kematian bayi dan orangtua," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    Tribun JualBeli
    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved