Pengakuan Anak TKW Asal Sukabumi yang Diancam Ayahnya, Ternyata Rekayasa, Demi Komunikasi dengan Ibu

Anak laki-laki dari M dan Ajo yang berinisial N itu mengaku foto-foto dan video penyiksaan oleh ayahnya itu dibuat rekayasa.

Istimewa/ Dok Polsek Tegalbuleud
N, anak laki-laki TKW asal Tegalbuleud yang diancam dibunuh ayahnya saat berikan pengakuan kepada polisi, bahwa foto dan video penyiksaan adalah rekayasa agar ibunya membuka blokir nomor telepon dan mengangkat telepon 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id Kabupaten Sukabumi M Rizal Jalaludin

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI - Anak M (30) seorang Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memberikan pengakuan terkait foto-foto dan video penyiksaan oleh ayahnya yang berinisial Ajo.

Anak laki-laki dari M dan Ajo yang berinisial N itu mengaku foto-foto dan video penyiksaan oleh ayahnya itu dibuat rekayasa.

Saat ditanyai kepolisian, N mengatakan, hal itu dilakukan agar ibunya yang bekerja di Arab Saudi membuka blokir nomor telepon dirinya dan juga nomor ayahnya, karena hingga kini ia sulit berkomunikasi.

Baca juga: Nasib Mujur TKW di Arab Saudi ini, Niat Kerja Malah Dinikahi, Bos Kepincut Berawal Karena Hal ini

"Tahu, waktu itu kata bapak sini Din sama eneng, terus ke belakang tidur di sana, (aku) diinjak tapi tidak kena, cuma pura-pura, karena nomor HP diblokir sama mamah, nomor (aku) sama bapak. Foto itu dikirim ke mamah, dikirim sama aku, supaya mamah buka lagi blokirannya, mamah di Saudi tos lami ti (sudah lama, dari) 2018. Ti (dari) 2021 (susah dihubungi)," ujar N saat ditanyai polisi, Rabu (3/8/2022).

N yang masih di bawah umur itu pun berani bersumpah bahwa penganiayaan itu merupakan rekayasa alias bohong, N mengaku tidak mengalami luka apapun. Upaya itu dilakukan karena N yang kesusahan berkomunikasi dengan ibunya di Arab Saudi.

"Bohong, itu bohong," ucap N.

Dikonfirmasi terpisah, Kapolsek Tegalbuleud, AKP Deni Miharja membenarkan, bahwa penganiayaan itu bohong, sang ayah dan kedua anaknya bekerjasama membuat sandiwara agar M membuka blokir nomor teleponnya.

"Bohong anak dan bapaknya sengaja sandiwara," jelasnya.

Namun, saat ini polisi menahan Ajo atas tindak pidana penganiayaan yang dilakukan di tempat kerjanya.

"Tersangka sudah diamankan di polsek, ribut di tempat nyadap kelapa," ucap Kapolsek.

Baca juga: 3 Tahun Kerja di Taiwan, TKI Ini Dapat Hadiah Undian Hampir Rp 1 Miliar, Akan Beli Tanah di Kampung

Diberitakan sebelumnya, M yang bekerja di Arab Saudi mengaku mendapatkan tekanan dari sang suami, ia menerima pesan dari suaminya yang mengancam akan menghabisi kedua anaknya jika tak mengangkat telepon.

"Dia itu suka mengancam mau bunuh anak kalau teleponnya ga aku angkat-angkat, sedangkan saya kerja sibuk banget di malam hari, di siang hari saya tidur kadang lupa makan kalau lagi cape banget," ujar M saat dihubungi Tribunjabar.id, Selasa (2/8/2022).

Tak hanya mengancam akan menghaboso anaknya, sang suami yang juga merupakan ayah kandung dari kedua anaknya itu kerap mengirimkan foto dan video penyiksaan terhadap anaknya.

"Dia itu tiap hari maunya teleponan terus, cemburu buta juga, ujung-ujungnya kasar bahasanya terus ngancam-ngancam gitu sampe difotokan, divideokan anak lagi disiksa, terus ga akan di sekolahkan juga kalau aku belum pulang katanya, pokoknya sering kaya gitu terus," ucap M.

M mengaku, sudah dua bulan terakhir ia tidak berkomunikasi dengan sang suami karena selalu memberikan ancaman, sehingga ia pun tidak mengetahui saat ini suaminya kerja apa.

Baca juga: BP3MI Wilayah Indramayu Gerak Cepat Telusuri TKW yang Koma 1 Bulan di Taiwan Akibat Tertabrak Taksi

"Aku ga tau (dia sekarang kerja apa, red) 2 bulan terakhir ini aku ga kontek," jelasnya.*

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved