Kepergok Lecehkan Penumpang di Toilet, Oknum Petugas Kebersihan Stasiun Ciamis Langsung Dipecat

Pelaku kepergok merekam aktivitas penumpang wanita di dalam toilet. Ia langsung dilaporkan ke pihak berwenang.

Penulis: Andri M Dani | Editor: taufik ismail
Tribun Jabar/Andri M Dani
Stasiun Kereta Api Ciamis. Di Stasiun Ciamis ini hari Senin (1/8/2022) malam lalu telah terjadi pelecehan terhadap penumpang perempuan saat berada di toilet stasiun. Pelakunya oknum petugas kebersihan stasiun yang malam kejadian tersebut langsung dipecat. Pelaku mencoba mengambil gambar korban saat sedang di toilet. 

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS - Seorang petugas kebersihan (OB) Stasiun KA Ciamis dipecat karena melakukan tindak pelecehan terhadap penumpang KA.

Oknum petugas kebersihan stasiun yang juga warga Ciamis melakukan pelecehan di Stasiun KA Ciamis dengan cara berupaya merekam penumpang wanita yang sedang berada di dalam toilet. 

Pelaku merekam aktivitas penumpang wanita yang sedang berada dalam toliet tersebut dari celah pembatas toilet sebelahnya.

“Kejadiannya hari Senin (1/8/2022) sekitar pukul 18.00 malam. Korbannya penumpang KA Serayu relasi Purwokerto-Pasar Senen. Pelakunya petugas kebersihan stasiun, warga Ciamis,” ujar Manejer Humas PT KAI Daop 2 Bandung, Kuswardoyo kepada Tribun Rabu (3/8/2022).

Saat penumpang perempuan tersebut berada di toilet Stasiun Ciamis menjadi korban tindakan pelecehan.

Pelakunya menurut Kuswardoyo adalah petugas kebersihan stasiun yang dipekerjakan oleh PT KAI Services, anak perusahaan PT KAI.

“Sebetulnya tidak ada masalah dengan celah toilet. Seperti yang terlihat di video, memang begitulah bentuk toiletnya. Jadi tidak ada yang salah dengan desain toilet stasiun tersebut,” katanya.

Permasalahan utamanya menurut Kuswardoyo, pelaku, seorang laki-laki masuk ke toilet wanita.

Terlebih kemudian melakukan pelecehan, berupaya merekam aktivitas penumpang (perempuan) yang sedang berada di toilet. Upaya perekaman tersebut dilakukan dari celah toilet sebelahnya.

“Pada malam kejadian itu juga pelaku sudah diberhentikan dari pekerjaannya," katanya.

Dan pelaku juga sudah menerima sanksi lain.

Pelaku tidak bisa lagi menggunakan jasa layanan kereta api. Termasuk tak dapat menjadi penumpang kereta api.

“Nomor NIK yang bersangkutan sudah kami blacklist,” tegas Kuswardoyo.

PT KAI dan KAI Group menurut Kuswradotyo menyatakan permohonan maaf atas kejadian tersebut.

“Kami juga berterima kasih atas keberanian korban yang telah melaporkan kejadian tersebut. Berani melaporkan kejadian dan membuat pelaku dan siapapun yang berniat buruk menjadi takut dan jera,” ucapnya.

Menurut Kuswardoyo, PT KAI akan terus mengimbau dan mengajak para pengguna jasa KA untuk berani bertindak atau melaporkan apabila melihat atau mengalami pelecehan di dalam kereta api/transportasi umum.

Sehingga tidak ada lagi ruang bagi siapapun yang akan melakukan pelecehan.

Baca juga: Bobotoh Geulis Persib Ini Bersyukur Ada Jalur Khusus Wanita: Antisipasi Potensi Pelecehan Seksual

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved