Pasutri Ditangkap karena Kasus Peredaran Narkoba di Kota Sukabumi, Ada juga 20 Pelaku Lain

Lokasi kasus peredaran narkoba tersebut tersebar di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota

Tribun Jabar/Dian Herdiansyah
Para pelaku kasus peredaran narkoba dan barang bukti dihadirkan dalam konferensi pers di Polres Sukabumi Kota, Senin (1/8/2022). 

Laporan Kontributor Tribunjabar.id, Sukabumi, Dian Herdiansyah

TRIBUNJABAR.ID, SUKABUMI- Polres Sukabumi Kota mengungkap kasus peredaran narkoba jenis sabu, ganja, dan obat ilegal selama satu bulan terakhir. 

Ada 22 pelaku kasus peredaran narkoba yang ditangkap. Dua diantara mereka adalah pasangan suami istri alias pasutri yakni, EN (29) dan DR (31).

Mereka ditangkap di satu rumah kontrakan di Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.

Tersangka lain adalah SR (25), JA (21), MR (25), DR (32), BR (27), HM (39), EY (23), IM (23), KH (28), AJ (23), MR (25), DM (17), DK (22), RV (18), IY (29), RA (32), AS (29), DA (26), IS (22) dan GM (23).

Lokasi kasus peredaran narkoba itu tersebar di wilayah hukum Polres Sukabumi Kota, yaitu Baros 1 kasus, Cikole 1 kasus, Cisaat 1 kasus, Cibeureum 2 kasus, Citamiang 3 kasus, Warudoyong 4 kasus, Lembursitu 1 kasus, dan Gunungguruh 2 kasus. 

"Puluhan tersangka ini diamankan dari 17 perkara, dari 9 lokasi di wilayah Polres Sukabumi Kota. Yang paling menonjol di Kecamatan Warudoyong," ujar Kapolres Sukabumi Kota, AKBP Sy Zainal Abidin, Senin (1/8/2022) melalui rilis.

Baca juga: Empat Desa di Sumedang Rawan Peredaran Narkoba, Diawasi Ketat BNN Hingga Dijadikan Desa Bersinar

Ada pun barang bukti yang diamankan, 82,43 gram sabu, 68,92 gram ganja, 5.473 butir tramadol, 4.293 butir Hexymer, 423 butir Riklona, 786 Alprazolam, 8 Dolgesik, 108 Merlpam, 15 Alganax dan 15 Xanax. 

"Dari barang bukti ini jika kita uangkan maka mencapai Rp 495.685.000 sehingga kami dapat menyelamatkan masyarakat dari peredaran barang haram sejumlah 40 ribuan jiwa,"  kata Zainal Abidin.

Zainal menerangkan, pengungkapan ini merupakan hasil kerja keras personil Satnarkoba bersama masyarakat. 

"Adapun modus operasi para pelaku biasa menggunakan modus secara transfer, bertemu secara langsung, atau dengan cara menempel dengan arahan-arahan kepada pembelinya," jelas Zainal.

Para tersangka ini akan dijerat pasal 111 (1), 112 (1), 112 (2), 114 (1), 114 (2) UU RI nomor 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman maksimal 12 (dua belas) tahun sampai seumur hidup.

Pasal 62 UU RI nomor 5/1997 tentang psikotropika dengan ancaman maksimal 15 (lima belas) tahun dan pasal 196, 197, UU RI nomor 36/2009 tentang kesehatan dengan ancaman maksimal 12 tahun.

"Para tersangka masih menjalani pemeriksaan di Satnarkoba untuk penyidikan lebih lanjut," kata Zainal Abidin.

 

Sumber: Tribun Jabar
  • Berita Populer
    Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved