Ciamis LARANG Pelajar SMP ke Sekolah Naik Motor

SE Bupati tentang larangan menggunakan sepeda motor ke sekolah bagi siswa SMP maupun murid SD tersebut melalui Disdik Ciamis

Penulis: Andri M Dani | Editor: Ravianto
Dok Humas Polres Sukabumi
Puluhan pelajar SMP diamankan polisi di Jalan Raya Cisolok, tepatnya di dekat Pantai Kebon Kalapa, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (4/12/2021). Pemkab Ciamis resmi melarang pelajar SMP menggunakan sepeda motor datang ke sekolah.  

TRIBUNJABAR.ID, CIAMIS – Pemkab Ciamis resmi melarang pelajar SMP menggunakan sepeda motor datang ke sekolah. 

“Surat edaran (SE) Bupati  tentang larangan siswa SMP dan SD menggunakan sepeda motor ke sekolah tersebut sedang dipersiapkan,” ujar Bupati Ciamis H Herdiat Sunarya kepada Tribun dan wartawan lainnya usai menerima rombongan konvoi pawai taaruf dalam rangka menyambut Tahun Baru 1444 Hijriah di halaman Pendopo Gedung Negara Ciamis, Sabtu (30/7) siang.

SE Bupati tentang larangan menggunakan sepeda motor ke sekolah bagi siswa SMP maupun murid SD tersebut melalui Disdik Ciamis akan disampaikan ke seluruh SMP dan SD di Ciamis.

Penegasan tentang larangan menggunakan sepeda motor ke sekolah bagi siswa SMP maupun murid SD tersebut sebelumnya sudah disampaikan Bupati Herdiat pada rakor lintas sektoral tingkat kabupaten yang berlangsung di Aula Setda Ciamis, Jumat (29/7).

Pada rakor lintas sektoral tersebut juga hadir Kapolres Ciamis AKBP Tony Prasetyo Yudhangkoro.

Larangan menggunakan sepeda motor ke sekolah bagi siswa SMP maupun SD tersebut mengingat akhir-akhir ini semakin banyak siswa SMP yang datang ke sekolah menggunakan sepeda motor.

Pihak orangtua ada yang sengaja menyediakan sepeda motor bagi anaknya untuk ke sekolah.

“Alangkah baiknya orangtualah yang harus mengantarkan anaknya ke sekolah. Bukannya menyediakan sepeda motor anaknya untuk ke sekolah,” katanya.

Larangan  bagi siswa SMP maupun SD menggunakan sepeda motor ke sekolah tersebut menurut Bupati Herdiat untuk menegakkan disiplin berlalu lintas dan menekan angka pelanggaran lalu lintas.

Mengingat siswa SMP tentu belum memenuhi syarat untuk mendapatkan SIM.

Jadi bila ada anak SMP yang mengendarai sepeda motor ke sekolah, dipastikan tidak memiliki SIM dan sering tidak memakai helm.

Lain itu tentunya juga guna menekan angka kecelakaan. Demi menjaga keselamatan siswa dan pengguna jalan lainnya.

“Kami hanya melarang siswa SMP dan SD yang menjadi kewenangan daerah."

"Sedangkan untuk siswa SMA maupun SMK merupakan kewenangan provinsi. Sementara MI, MTs dan Aliyah adalah kewenangan Kemenag,” ujar Bupati Herdiat (andri m dani)

Sumber: Tribun Jabar
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved