Tradisi Pembacaan Babad Cirebon Tahun Ini Jadi Penawar Rindu Masyarakat, 2 Tahun Terganggu Covid

Sejarah berdirinya Cirebon yang dikutip dari kitab Purwaka Caruban Nagari yang ditulis Wangsakerta pada 1669 itu dibacakan menggunakan bahasa Cirebon.

Tribun Cirebon/ Ahmad Imam Baehaqi
Pangeran Kumisi Keraton Kanoman, Pangeran Besus Nugraha, saat membacakan babad Cirebon di Bangsal Witana Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Sabtu (30/7/2022) malam. 

Laporan Wartawan Tribuncirebon.com, Ahmad Imam Baehaqi

TRIBUNJABAR.ID, CIREBON - Keraton Kanoman menggelar Tradisi pembacaan Babad Cirebon dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-653 Cirebon, Sabtu (30/7/2022) malam.

Babad Cirebon itu dibacakan Pangeran Kumisi Keraton Kanoman, Pangeran Besus Nugraha, di Bangsal Witana Keraton Kanoman, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.

Sejarah berdirinya Cirebon yang dikutip dari kitab Purwaka Caruban Nagari yang ditulis Wangsakerta pada 1669 itu dibacakan menggunakan bahasa Cirebon.

Baca juga: Menilik Tradisi Pembacaan Babad Cirebon di Bangunan Pertama yang Didirikan di Kota Udang

Juru Bicara Keraton Kanoman, Ratu Raja Arimbi Nurtina, mengatakan, Babad Cirebon yang dibacakan hanya ringkasan dari kitab tersebut.

"Tradisi pembacaan Babad Cirebon pada tahun ini seolah menjadi penawar rindu bagi masyarakat Kota Cirebon dan sekitarnya," kata Arimbi Nurtina saat ditemui usai kegiatan.

Sebab, menurut dia, selama dua tahun terakhir tradisi tersebut digelar secara terbatas akibat pandemi Covid-19, dan hanya diikuti oleh famili dan kerabat dekat Keraton Kanoman.

Pihaknya mengaku bersyukur pada tahun ini tradisi pembacaan Babad Cirebon digelar secara terbuka dan dihadiri masyarakat umum.

"Karena momentum ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi keluarga Keraton Kanoman dengan masyarakat maupun sebaliknya," ujar Arimbi Nurtina.

Namun, ia mengakui pada tahun ini kirab agung yang biasanya dilaksanakan usai pembacaan Babad Cirebon tidak dilaksanakan.

Baca juga: Malam Satu Suro, 7 Pasangan Bukan Suami Istri Diamankan Satpol PP Cirebon

Pasalnya, rangkaian tradisi tersebut telah dilaksanakan pada Jumat (29/7/2022) bersama Pemkot Cirebon dan menjadi rangkaian peringatan Hari Jadi ke-653 Cirebon.

Arimbi memastikan, tidak ada masalah meski prosesi ziarah ke makam Sunan Gunung Jati yang biasanya digelar setelah pembacaan Babad Cirebon pada tahun ini dilaksanakan sebelumnya.

"Esensinya sama saja, dan ini sudah mendapat persetujuan dari Patih Keraton Kanoman yang juga hadir mewakili Sultan Kanoman dalam rangkaian kirab ziarah tersebut," kata Arimbi Nurtina.

Sumber: Tribun Cirebon
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved